Risma Minta Pengurus Tempat Ibadah Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan
Rabu, 10 Juni 2020 - 15:15 WIB
loading...
A
A
A
“Di Surabaya sudah terjadi sebelumnya, ada klaster yang berasal dari masjid. Karena itu ini jangan sampai terulang kembali. Sekali lagi kita harus berani menyampaikan kalau ada yang sakit agar tidak ikut salat di masjid,” jelas dia.
Menurut dia, di Surabaya ada beberapa orang yang masuk dalam kategori OTG (Orang Tanpa Gejala) COVID-19. Mereka secara fisik sehat dan tidak merasakan sakit apapun. Namun di dalam tubuhnya itu ada carrier yang dapat menularkan ke yang lain. “Karena itu kami harus memiliki protokol-protokol yang ketat. Saya mohon dengan hormat mari kita patuhi protokol-protokol itu,” kata dia.
Risma juga mengajak kepada para pengurus masjid atau musala agar menyiapkan sabun di tempat wudhu. Di sisi lain, mereka juga diimbau agar mengatur jarak antar jamaah serta jumlah tidak melebihi 50% dari kapasitas tempat ibadah. Kemudian, tidak menggunakan AC dan karpet untuk salat. Karena itu, jamaah diharapkan agar membawa peralatan salat sendiri dari rumah masing-masing.
“Saya mohon dengan hormat ayo kita jaga protokol-protokol itu, tidak ada cara selain disiplin dengan protokol yang ketat. Saya mencoba bagaimana menyelesaikan ini, saya mohon bantuan dan dukungan bapak ibu sekalian agar tidak ada lagi klaster yang baru dari masjid atau musala,” kata dia.
Menurut dia, di Surabaya ada beberapa orang yang masuk dalam kategori OTG (Orang Tanpa Gejala) COVID-19. Mereka secara fisik sehat dan tidak merasakan sakit apapun. Namun di dalam tubuhnya itu ada carrier yang dapat menularkan ke yang lain. “Karena itu kami harus memiliki protokol-protokol yang ketat. Saya mohon dengan hormat mari kita patuhi protokol-protokol itu,” kata dia.
Risma juga mengajak kepada para pengurus masjid atau musala agar menyiapkan sabun di tempat wudhu. Di sisi lain, mereka juga diimbau agar mengatur jarak antar jamaah serta jumlah tidak melebihi 50% dari kapasitas tempat ibadah. Kemudian, tidak menggunakan AC dan karpet untuk salat. Karena itu, jamaah diharapkan agar membawa peralatan salat sendiri dari rumah masing-masing.
“Saya mohon dengan hormat ayo kita jaga protokol-protokol itu, tidak ada cara selain disiplin dengan protokol yang ketat. Saya mencoba bagaimana menyelesaikan ini, saya mohon bantuan dan dukungan bapak ibu sekalian agar tidak ada lagi klaster yang baru dari masjid atau musala,” kata dia.
(nth)
Lihat Juga :