Gempa Bumi Mengintai, Pergerakan 3 Lempeng Aktif Ini Kepung Indonesia
Senin, 03 Januari 2022 - 18:13 WIB
loading...
A
A
A
Namun begitu, ada hal menarik dari kejadian gempa bumi merusak tahun 2021 yaitu terdapat beberapa kejadian yang sumbernya belum terdidentifikasi sebelumnya.
Keanehan itu terjadi pada gempa bumi Tehoru Maluku Tengah pada 16 Juni 2021, gempa bumi Mamasa 22 Juli 2021, gempa bumi Tojo-Una-Una (26 Juli 2021 dan 28 Agustus 2021), gempa bumi Brebes 28 September 2021
Kemudian gempa bumi Bangli-Karangasem 16 Oktober 2021, gempa bumi Ambarawa 23 Oktober hingga awal bulan November 2021, gempa bumi Seram Utara 4 November 2021, dan gempa bumi Kepulauan Selayar 14 Desember 2021.
"Kegiatan penyelidikan gempa bumi harus terus dilakukan guna mengetahui karakteristik sumber-sumber gempa bumi yang belum teridentifikasi. Karakteristik sumber – sumber gempa bumi tersebut harus diidentifikasi sebagai masukan untuk melakukan pemutakhiran peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gempa Bumi," ujarnya.
Baca juga: Gempa 5 Titik di Timur, PVMBG Sebut Akibat Sesar Aktif dan Pernah Timbulkan Tsunami
Peta KRB Gempa Bumi berguna untuk mendukung kegiatan mitigasi gempa bumi dan masukan pada revisi penataan ruang. Hanya dengan upaya mitigasi, risiko dari kejadian gempa bumi yang mungkin akan berulang di kemudian hari akan dapat diminimalisir.
Keanehan itu terjadi pada gempa bumi Tehoru Maluku Tengah pada 16 Juni 2021, gempa bumi Mamasa 22 Juli 2021, gempa bumi Tojo-Una-Una (26 Juli 2021 dan 28 Agustus 2021), gempa bumi Brebes 28 September 2021
Kemudian gempa bumi Bangli-Karangasem 16 Oktober 2021, gempa bumi Ambarawa 23 Oktober hingga awal bulan November 2021, gempa bumi Seram Utara 4 November 2021, dan gempa bumi Kepulauan Selayar 14 Desember 2021.
"Kegiatan penyelidikan gempa bumi harus terus dilakukan guna mengetahui karakteristik sumber-sumber gempa bumi yang belum teridentifikasi. Karakteristik sumber – sumber gempa bumi tersebut harus diidentifikasi sebagai masukan untuk melakukan pemutakhiran peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gempa Bumi," ujarnya.
Baca juga: Gempa 5 Titik di Timur, PVMBG Sebut Akibat Sesar Aktif dan Pernah Timbulkan Tsunami
Peta KRB Gempa Bumi berguna untuk mendukung kegiatan mitigasi gempa bumi dan masukan pada revisi penataan ruang. Hanya dengan upaya mitigasi, risiko dari kejadian gempa bumi yang mungkin akan berulang di kemudian hari akan dapat diminimalisir.
Lihat Juga :