Klaster Bandeng Asap Kian Bergairah di Tengah Pandemi COVID-19
Jum'at, 12 Juni 2020 - 17:03 WIB
loading...
A
A
A
Politisi PDI Perjuangan ini melanjutkan, jika Klaster Bandeng Kalanganyar ini sukses maka akan menjadi percontohan bagi klaster yang lain. Apalagi sudah ada sejumlah mesin yang lebih efisian dan produktif. Mulai waktu produksi hingga kualitas hasilnya lebih terjamin. Ketahanan serta kuwalitas bandeng jauh lebih bagus.
"Ini baru percontohan satu yang kita perjuangkan. Nanti akan ada klaster lain yang sedang dalam proses kita perjuangkan bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK)," lanjutnya.
(Baca juga: Dana Desa Terancam Hilang Dari APBN, Parade Nusantara Luruk MK )
Ia berharap, dengan adanya alat produksi yang di support oleh Bank Indonesia melalui posko Indah Kurnia yang merupakan mitra utama BI ini, para pelaku UMKM semakin bersemangat. Kerjanya lebih efisien dan lebih produktif. Bagaimanapun, kata Indah, bandeng asap ini merupakan salah satu trademark dari kabupaten Sidoarjo.
"Kalau itu berjalan dengan bagus, nanti akan kita kawal dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) yang juga mitra kerja saya di komisi XI. Jadi itu nantinya akan dikawal, sehingga kita tidak hanya berdaya saing didalam negeri sendiri, tetapi berdaya saing ke mancanegara," tegasnya.
Sementara itu, salah satu tim ahli anggota Komisi XI DPR RI, Lodouvicus Samuel Patti, menambahkan kedepan pihaknya akan mengawal para pelaku UMKM Desa Sidodadi yang konsen pada usaha sambal.
Di desa Sidodadi sendiri sudah sejak lama dikenal sebagai sentra sambal, bahkan produknya sudah menyarar ke luar negeri. Hanya saja para pelaku UMKM sambal itu saat ini terbentur masalah legalitas dokumen untuk bisa ekspor.
"Nah disitu kita tangkap, kita dampingi, kita jembatani dengan mitra kerja komisi XI. Dalam hal ini Bank Indonesia yang kebetulan mempunyai program ini. Mungkin dalam bulan ini atau bulan depan klaster sambal ini akan terealisasi," tandasnya.
"Ini baru percontohan satu yang kita perjuangkan. Nanti akan ada klaster lain yang sedang dalam proses kita perjuangkan bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK)," lanjutnya.
(Baca juga: Dana Desa Terancam Hilang Dari APBN, Parade Nusantara Luruk MK )
Ia berharap, dengan adanya alat produksi yang di support oleh Bank Indonesia melalui posko Indah Kurnia yang merupakan mitra utama BI ini, para pelaku UMKM semakin bersemangat. Kerjanya lebih efisien dan lebih produktif. Bagaimanapun, kata Indah, bandeng asap ini merupakan salah satu trademark dari kabupaten Sidoarjo.
"Kalau itu berjalan dengan bagus, nanti akan kita kawal dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) yang juga mitra kerja saya di komisi XI. Jadi itu nantinya akan dikawal, sehingga kita tidak hanya berdaya saing didalam negeri sendiri, tetapi berdaya saing ke mancanegara," tegasnya.
Sementara itu, salah satu tim ahli anggota Komisi XI DPR RI, Lodouvicus Samuel Patti, menambahkan kedepan pihaknya akan mengawal para pelaku UMKM Desa Sidodadi yang konsen pada usaha sambal.
Di desa Sidodadi sendiri sudah sejak lama dikenal sebagai sentra sambal, bahkan produknya sudah menyarar ke luar negeri. Hanya saja para pelaku UMKM sambal itu saat ini terbentur masalah legalitas dokumen untuk bisa ekspor.
"Nah disitu kita tangkap, kita dampingi, kita jembatani dengan mitra kerja komisi XI. Dalam hal ini Bank Indonesia yang kebetulan mempunyai program ini. Mungkin dalam bulan ini atau bulan depan klaster sambal ini akan terealisasi," tandasnya.
(eyt)
Lihat Juga :