Klaster Bandeng Asap Kian Bergairah di Tengah Pandemi COVID-19
Jum'at, 12 Juni 2020 - 17:03 WIB
loading...
A
A
A
Sulaihan mengungkapkan, sejak lama ia mendambakan mesin canggih tersebut. Hal itu lantaran banyaknya pesanan dari luar pulau yang memang membutuhkan tenggang waktu cukup lama selama proses pengiriman. Namun harga mesin yang sebagian didatangkan dari Jerman tersebut kurang bersahabat bagi kantong pelaku UMKM.
"Sejak lama saya kepingin alat seperti ini. Alhamdulillah ada kunjungan dari bu Indah Kurnia Komisi XI DPR RI tanggal 20 April 2020. Awalnya sempat ragu, tapi setelah saya utarakan keinginan saya dan teman-teman disini akhirnya terealisasi," ungkapnya.
Bagi Sulaihan, realisasi bantuan dari BI tersebut menjadi pemantik bagi kelompoknya untuk lebih produktif dan maju. Mereka bertekad untuk memperluas jangkauan pemasaran, bukan hanya didalam negeri saja tapi hingga ke mancanegara.
"Ini tantangan bagi kami. Bu Indah memberikan support pada kami dan kami juga membalasnya dengan baik. Ternyata BI juga memberikan support pada kami bahkan Kepala Perwakilan BI Jatim Difi Ahmad Johansyah datang ke sini langsung waktu itu," tegasnya.
Terpisah, inisiator Klaster Bandeng yang juga anggota Komisi XI DPR RI, Indah Kurnia, menjelaskan bahwa alat produksi yang telah terealisasi untuk kelompok usaha tersebut adalah bentuk aktualisasi dari seluruh program dan rapat kerja yang dirumuskan di komisinya.
"Jadi kita di Komisi XI kan membidangi keuangan dan ekonomi. Dan saat ini yang menjadi konsen kita adalah bagaimana kita bersama-sama memikirkan pemulihan ekonomi nasional saat pandemi, khususnya pasca pandemi ini berakhir," paparnya.
Menurut Indah, ditengah pandemi ini yang masih bisa harapkan sebagai penopang ekonomi nasional adalah UMKM. Keberadaan UMKM telah teruji, bahkan sejak krisis 1998, UMKM terbukti menunjukkan kehebatannya dan ketangguhannya menghadapi segala krisis. "Makanya kita perjuangkan dan mereka mendapatkan mesin produksi melalui Bank Indonesia," ucapnya.
Sebagai fasilitator dan mediator, pihaknya akan terus menyisir kelompok-kelompok lain yang masih produktif dan efektif untuk dilaporkan ke bank Indonesia dan OJK supaya bisa dibantu agar bisa terus berproduksi. Sehingga lapangan pekerjaan semakin terbuka lebar.
"Sejak lama saya kepingin alat seperti ini. Alhamdulillah ada kunjungan dari bu Indah Kurnia Komisi XI DPR RI tanggal 20 April 2020. Awalnya sempat ragu, tapi setelah saya utarakan keinginan saya dan teman-teman disini akhirnya terealisasi," ungkapnya.
Bagi Sulaihan, realisasi bantuan dari BI tersebut menjadi pemantik bagi kelompoknya untuk lebih produktif dan maju. Mereka bertekad untuk memperluas jangkauan pemasaran, bukan hanya didalam negeri saja tapi hingga ke mancanegara.
"Ini tantangan bagi kami. Bu Indah memberikan support pada kami dan kami juga membalasnya dengan baik. Ternyata BI juga memberikan support pada kami bahkan Kepala Perwakilan BI Jatim Difi Ahmad Johansyah datang ke sini langsung waktu itu," tegasnya.
Terpisah, inisiator Klaster Bandeng yang juga anggota Komisi XI DPR RI, Indah Kurnia, menjelaskan bahwa alat produksi yang telah terealisasi untuk kelompok usaha tersebut adalah bentuk aktualisasi dari seluruh program dan rapat kerja yang dirumuskan di komisinya.
"Jadi kita di Komisi XI kan membidangi keuangan dan ekonomi. Dan saat ini yang menjadi konsen kita adalah bagaimana kita bersama-sama memikirkan pemulihan ekonomi nasional saat pandemi, khususnya pasca pandemi ini berakhir," paparnya.
Menurut Indah, ditengah pandemi ini yang masih bisa harapkan sebagai penopang ekonomi nasional adalah UMKM. Keberadaan UMKM telah teruji, bahkan sejak krisis 1998, UMKM terbukti menunjukkan kehebatannya dan ketangguhannya menghadapi segala krisis. "Makanya kita perjuangkan dan mereka mendapatkan mesin produksi melalui Bank Indonesia," ucapnya.
Sebagai fasilitator dan mediator, pihaknya akan terus menyisir kelompok-kelompok lain yang masih produktif dan efektif untuk dilaporkan ke bank Indonesia dan OJK supaya bisa dibantu agar bisa terus berproduksi. Sehingga lapangan pekerjaan semakin terbuka lebar.
Lihat Juga :