Kisah Kehebatan Ki Gede Bungko, Laksamana yang Dikenang dengan Musik dan Tarian
Jum'at, 31 Desember 2021 - 05:05 WIB
loading...
A
A
A
Kehebatan Ki Gede Bungko teruji saat dipercaya Sunan Gunung Jati untuk memimpin penumpasan perompak keji di Laut Jawa. Kejadian bermula saat putra mahkota Sunan Gunung Jati, Pangeran Bratakelana dirompak oleh Luwu Ijo, pasukan perampok laut yang meguasai laut kawasan Gebang hingga Mundu.
Pada peristiwa nahas itu, Pangeran Bratakelana terbunuh bersama puluhan pengawalannya di atas kapal, ketika akan memasuki perairan Cirebon. Kapal dan segala harta di dalamnya dirampas. Mayat pangeran dibuang ke laut setelah ditombak Luwu Ijo. Baca juga: 5 Rekomendasi Film tentang Sejarah Jepang Terbaik, Seru dan Edukatif
Sunan Gunung Jati sedih dan sangat terpukul karena calon penerusnya tewas mengenaskan. Karena itulah dia menugaskan Ki Gede Bungko untuk membasmi Luwu Ijo. Tak butuh waktu lama, Ki Gede Bungko berhasil membasmi perompak yang menggangu keamanan di laut. Tak satu pun yang tersisa, semua dibasmi. Setelah itu kondisi perairan Utara Jawa pun stabil, dan perekonomian Internasional (perdagangan rempah di Cirebon) berjalan sukses.
Tak hanya itu, pada 1522, Ki Gede Bungko juga sukses menumpas pasukan Portugis yang kala itu bekerja sama dengan Kerajaan Pajajaran usai kalah perang dengan Cirebon. Portugis saat itu diminta Raja Pajajaran, Surawisesa untuk menjaga Pelabuhan Sunda Kelapa, satu-satunya sumber ekonomi Pajajaran.
Merasa stabilitas wilayahnya terancam, Sunan Gunung Jati lantas mengirim ratusan pasukan untuk menggempur Pelabuhan Sunda Kelapa dari dua sisi, yakni darat dan laut.
Ki Gede Bungko memimpin pasukan dari laut. Pada kesempatan ini, pasukan laut berpura-pura kalah. Setelah Potugis lengah langsung diserang dari darat dan laut. Berkat keberaniannya mengusir bangsa Portugis, ia dianugerahi gelar Laksamana.
Pada peristiwa nahas itu, Pangeran Bratakelana terbunuh bersama puluhan pengawalannya di atas kapal, ketika akan memasuki perairan Cirebon. Kapal dan segala harta di dalamnya dirampas. Mayat pangeran dibuang ke laut setelah ditombak Luwu Ijo. Baca juga: 5 Rekomendasi Film tentang Sejarah Jepang Terbaik, Seru dan Edukatif
Sunan Gunung Jati sedih dan sangat terpukul karena calon penerusnya tewas mengenaskan. Karena itulah dia menugaskan Ki Gede Bungko untuk membasmi Luwu Ijo. Tak butuh waktu lama, Ki Gede Bungko berhasil membasmi perompak yang menggangu keamanan di laut. Tak satu pun yang tersisa, semua dibasmi. Setelah itu kondisi perairan Utara Jawa pun stabil, dan perekonomian Internasional (perdagangan rempah di Cirebon) berjalan sukses.
Tak hanya itu, pada 1522, Ki Gede Bungko juga sukses menumpas pasukan Portugis yang kala itu bekerja sama dengan Kerajaan Pajajaran usai kalah perang dengan Cirebon. Portugis saat itu diminta Raja Pajajaran, Surawisesa untuk menjaga Pelabuhan Sunda Kelapa, satu-satunya sumber ekonomi Pajajaran.
Merasa stabilitas wilayahnya terancam, Sunan Gunung Jati lantas mengirim ratusan pasukan untuk menggempur Pelabuhan Sunda Kelapa dari dua sisi, yakni darat dan laut.
Ki Gede Bungko memimpin pasukan dari laut. Pada kesempatan ini, pasukan laut berpura-pura kalah. Setelah Potugis lengah langsung diserang dari darat dan laut. Berkat keberaniannya mengusir bangsa Portugis, ia dianugerahi gelar Laksamana.
Lihat Juga :