Sosok dan Fakta Kopda DA, Prajurit TNI yang Bantu Kolonel Priyanto Buang Mayat Handi dan Salsabila

Senin, 27 Desember 2021 - 09:13 WIB
loading...
Sosok dan Fakta Kopda...
Kopda Andreas Dwi Atmoko adalah anggota Kodim 0730/Gunungkidul, Kodam IV/Diponegoro yang menjadi tersangka pembuang mayat Handi Saputra dan Salsabila di Sungai Serayu, Cilacap, Jawa Tengah. Foto Ist
A A A
GUNUNGKIDUL - Kopda Andreas Dwi Atmoko adalah anggota Kodim 0730/Gunungkidul, Kodam IV/Diponegoro menjadi tersangka pembuang mayat Handi Saputra dan Salsabila . Karena tamtama TNI AD ini ikut membantu Kol Inf Priyanto membuang mayat dua sejoli tersebut ke Sungai Serayu di Cilacap, Jawa Tengah.

Baca : Kopda DA Sebut Handi-Salsabila Diseret dari Mobil dan Dibuang dari Atas Jembatan Serayu Cilacap

1. Anak buah Kol Priyanto di Kodim 0730/Gunungkidul

Kopda Andreas Dwi Atmoko adalah tamtama yang berdinas di Koramil 08, Kodim 0730/Gunungkidul, Kodam IV Diponegoro. Berdasarkan sumber awal mula kedekatan Kopda Andreas Dwi Atmoko atau lebih dikenal Kopda DA dengan Kol Inf Priyanto saat sang Perwira menengah ini bertugas sebagai Dandim 0730/Gunungkidul sejak 2015-2016. Dimana Kopda DA adalah anak buah dari Kol Inf Priyanto.

Sehingga sebelum terjadinya laka lantas pada Sabtu 4 Desember 2021 sekitar pukul 20.30 WIB Kopda Andreas Dwi Atmoko ditelpon oleh Kolonel Inf Priyanto untuk datang ke Kediaman di Kp Daleman Baru, Ds Sumberharjo, Kec Prambanan, Kab Sleman, Jogjakarta untuk menemaninya dalam rangka rapat Pusziad di Jakarta.

Kemudian pada pukul 21.00 WIB Kopda Andreas Dwi Atmoko bersama Kolonel Priyanto dan Koptu A Sholeh berangkat menuju Jakarta dengan menggunakan Mobil Izusu Phanter Hitam B 300 Q milik Kolonel Inf Priyanto sehingga terjadinya kejadian tersebut.

2. Ikut Membuang Mayat Handi dan Salsabila

Usai kejadian laka lantas di Nagreg, Jawa Barat dalam perjalanan dari Nagreg menuju Jogja Kopda DA menyampaikan saran kepada Kolonel Inf Priyanto agar kedua korban dibawa ke Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat akan tetapi Kolonel Inf Priyanto menolak dan mengambil alih kemudi mobil. Selanjutnya melanjutkan perjalanan menuju Jogjakarta dan sesampainya di SXungai Serayu daerah Cilacap sekitar pukul 21.00 WIB Kolonel Inf Priyanto memerintahkan untuk membuang kedua Korban ke dalam Sungai Serayu dari atas jembatan.

Dalam proses kedua membuang korban Koptu A Sholeh berada di mobil sedangkan Kopda DA bersama Kolonel Inf Priyanto turun dari mobil kemudian Koptu A Sholeh mendorong mayat Laki- laki dari dalam mobil. Lalu Kopda DA dengan Kolonel Inf Priyanto menarik/menyeret mayat tersebut dari dalam mobil lalu membuangnya ke Sungai Serayu dari atas jembatan. Hal yang sama dengan mayat perempuan.

3. Dijemput Wadandenpom dan 6 Anggota Polisi Militer

Usai kejadian penemuan mayat dua sejoli Handi dan Salsabila Penyidik Kepolisian akhirnya menggandeng Polisi Militer untuk menyelidiki kasus tabrak lari dua sejoli tersebut. Hasilnya ada keterlibatan Kopda DA dalam kasus tersebut sehingga Denpom IV/Diponegoro mengambil langkah cepat dengan menghubungi atasan Kopda DA untuk menariknya ke Korem 072/Pamungkas.

Wakil Komandan Detasemen Polisi Militer IV/2 Mayor Cpm Sugeng Budiharjo beserta Pasilidpamfik dan lima orang anggota Polisi Militer menjemput Kopda Andreas Atmoko di Makorem 072/Pamungkas.

Baca juga : Profile dan Fakta Tentang Kolonel Priyanto Tersangka Tewasnya Handi dan Salsabila

4. Sempat Dibawa ke Rumah Sakit

Kopda Andreas Dwi Atmoko setelah dijemput tim Denpom IV/Diponegoro dibawah pimpinan Wakil Komandan Detasemen Polisi Militer IV/2 Mayor Cpm Sugeng Budiharjo langsung dibawa ke Wakil Komandan Detasemen Polisi Militer IV/2 Mayor Cpm Sugeng Budiharjo RS DKT Dr Soetarto Jogjakarta untuk dilakukan pemeriksaan pengambilan Urin, Darah dan Swab Antigen. Selanjutnya baru dibawa ke Markas Denpom IV/Diponegoro untuk diinterogasi.
(sms)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Alasan Polisi Tak Tahan...
Alasan Polisi Tak Tahan Pengemudi Pajero Penabrak Pedagang Buah di Jaktim meski Jadi Tersangka
Polisi Gelar Perkara...
Polisi Gelar Perkara Kasus Pajero Tabrak Tukang Buah di Jaktim
Polisi Buru Sopir Pajero...
Polisi Buru Sopir Pajero yang Tabrak Lari Pedagang Buah di Jaktim
Kronologi Polisi Tewas...
Kronologi Polisi Tewas Jadi Korban Tabrak Lari di Cengkareng
Lakukan Aktivitas Seksual...
Lakukan Aktivitas Seksual Sambil Bawa Mobil, Mahasiswa Tabrak Pejalan Kaki hingga Tewas
Cekcok Gegara Sabu,...
Cekcok Gegara Sabu, Motif Pembunuhan Mayat Pria Dalam Karung di Muaro Jambi Terungkap
Pengemudi Diduga Tabrak...
Pengemudi Diduga Tabrak Lari, Mobil Ringsek Diamuk Massa di Jaktim
Penampakan Lokasi Tewasnya...
Penampakan Lokasi Tewasnya Pegawai TPST Bantargebang dengan Tangan dan Kaki Terikat
Pegawai TPST Bantargebang...
Pegawai TPST Bantargebang yang Ditemukan Tewas dengan Tangan dan Kaki Terikat Dikenal Pendiam
Rekomendasi
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Pihak Ruben Onsu Pertanyakan...
Pihak Ruben Onsu Pertanyakan Klaim Rumah Sarwendah: Mengapa Cicilan Masih Dibayar Ruben?
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Berita Terkini
Polda Metro: Penangguhan...
Polda Metro: Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tanggung Jawab Jaksa
Gelar Upacara HUT ke-499...
Gelar Upacara HUT ke-499 di Monas, Pemprov DKI Jakarta Tampilkan Tarian dan Defile OPD
Meriahkan HUT ke-499...
Meriahkan HUT ke-499 Jakarta, 2.000 Anak Ikuti Khitanan Massal Gratis
50 Tokoh Jamin Roy Suryo...
50 Tokoh Jamin Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Kabur, Penangguhan Penahanan Diajukan
Kuasa Hukum Roy Suryo...
Kuasa Hukum Roy Suryo dan Dokter Tifa Pertanyakan Penahanan: Razman Saja Tak Ditahan
Roy Suryo Kenakan Batik...
Roy Suryo Kenakan Batik Motif Garuda dan Kepalkan Tangan saat Tiba di Rutan Polda Metro
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved