Melihat Perayaan Natal di Lasem Walau Hanya Diperingati 1 KK Terasa Damai
Sabtu, 25 Desember 2021 - 07:08 WIB
loading...
A
A
A
Meski demikian, masyarakat umat Islam yang menjadi kaum mayoritas tidak pernah membeda-bedakan atau bahkan mengucilkan. Justru kerukunan antar umat beragama di kampungnya, terjalin sangat baik.
Baca: Ganjar Tetapkan UMP Jawa Tengah Naik 0,78 Persen Jadi Rp 1,8 juta
“Pak Totok ya biasa berbaur dengan umat Islam di sini, nggak masalah. Gereja juga sering digunakan oleh umat Katholik dari luar desa, masyarakat sini welcome banget," kata Widayat.
Saat saya berkunjung ke kediaman Totok dan Titik Umiyati, saya ditemui Titik dengan penuh keramaian. “Bapak kebetulan lagi pergi ke sawah," ujarnya.
Titik mengaku meski sebagai kaum minoritas, namun ia dan suaminya hidup tenang di Desa Kajar. Meski berbeda agama, kerukunan dengan tetangganya selalu terjaga.
Baca: Jaga Citra Kota Jogja, Polda DIY Komitmen Usut Tuntas Kasus Siskeee
Baca: Ganjar Tetapkan UMP Jawa Tengah Naik 0,78 Persen Jadi Rp 1,8 juta
“Pak Totok ya biasa berbaur dengan umat Islam di sini, nggak masalah. Gereja juga sering digunakan oleh umat Katholik dari luar desa, masyarakat sini welcome banget," kata Widayat.
Saat saya berkunjung ke kediaman Totok dan Titik Umiyati, saya ditemui Titik dengan penuh keramaian. “Bapak kebetulan lagi pergi ke sawah," ujarnya.
Titik mengaku meski sebagai kaum minoritas, namun ia dan suaminya hidup tenang di Desa Kajar. Meski berbeda agama, kerukunan dengan tetangganya selalu terjaga.
Baca: Jaga Citra Kota Jogja, Polda DIY Komitmen Usut Tuntas Kasus Siskeee
Lihat Juga :