Atlet Karate Sulsel Peraih Medali Emas di PON Papua Dapat Bonus Rp600 Juta
Rabu, 22 Desember 2021 - 20:36 WIB
loading...
Ketua Forki Sulsel, Amir Uskara menyerahkan bonus kepada atlet karate peraih medali di PON Papua, Rabu (22/12). Penyerahan dilakukan di JK Arenatorium GOR Unhas Tamalanrea, Rabu (22/12). Foto: SINDOnews/Chaeruddin
A
A
A
MAKASSAR - Ketua Federasi Olahraga Karate Indonesia (Forki) Sulawesi Selatan, Amir Uskara memberikan bonusdengan total Rp600 juta kepada atlet karate Sulsel peraih medali di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.
Bonus diserahkan Amir Uskara di sela penyelenggaraanPra Porprov XVII Cabor Karate di JK Arenatorium GOR Unhas Tamalanrea, Rabu (22/12). Saat penyerahan, Amir didampingi Sekretaris Umum Forki Sulsel, Sudirman Daming, sekaligus Ketua Panitia Pra Porprov XVII Cabor Karate
Baca juga:Cabor Karate Luwu Berhasil Sumbang 1 Tiket Porprov Sulsel
Bonus yang diserahkan Amir Uskara dengan total senilai Rp600 juta ini, di antaranya berupa 3 unit rumah yang terletak di Perumahan Graha Citra Hidayah nomor 15, 16 dan nomor 17. Selain atlet, bonus dana pembinaan juga diberikan kepada para pelatih.
"Bonus itu memang dari Forki, tentu ada beberapa pengurus, saya dan bendahara umum. Forki Sulsel memang berupaya memberikan motivasi, termasuk dengan cara memberikan bonus hari ini," ujarnya.
"Yang kita hitung kemarin nilainya sekira Rp600 juta, untuk bonus bagi atlet kita maupun pelatih yang meraih medali emas di Papua kemarin," lanjutnya.
Informasi yang dihimpun SINDOnews dari Sekretaris Forki Sulsel, Sudirman Daming, mereka yang mendapatkan bonus rumah dan dana pembinaan di antaranya, peraih emas pada kata perorangan putri yakni, Krisda Putri.
Selanjutnya, peraih medali emas pada kata beregu putra, Andi Dasril, Andi Tomi dan Albiadi. Berikutnya, peraih mendali emas kata beregu putri yakni, Magfirah, Nuriska dan Nadya.
Baca juga:Kawinkan Medali Emas, Karate Sulsel Cetak Sejarah di PON Papua
Dalam kesempatan ini, Amir Uskara , menyampaikan bahwa penyelenggaraan Pra Porprov mutlak dilakukan untuk sarana peningkatan kualitas pada tingkat regional.
"Sekaligus mengukur kemampuan teknik atlet-atlet untuk dijadikan bahan evaluasi dalam melakukan pembinaan prestasi secara berjenjang, bertahap, bertingkat dan berkelanjutan, selain ajang memperebutkan tiket Porprov XVII yang akan dilaksanakan di Sinjai dan Bulukumba tahun depan," ujarnya.
Kepada seluruh atlet yang berkompetisi, diharapkan bertanding dengan baik, tampilkan kemampuan teknik yang dimiliki serta junjung tinggi sportivitas. "Karena hal tersebut menunjukan kedewasaan kita dalam berkompetisi," ujarnya.
Dirinya juga mengimbau kepada seluruh peserta, baik atlet, pelatih maupun wasit juri, agar melaksanakan tugas masing-masing dengan baik dan profesional, sehingga hasil dari Pra Porprov memiliki bobot yang baik dan teruji.
"Lakukanlah tugas wasit dan juri dengan profesional, karena dengan kepemimpinan yang baik akan menghasilkan kompetisi yang baik pula. Jangan melakukan pengambilan keputusan yang tidak sesuai dengan kenyataan dan hati nurani, karena hal ini akan mencoreng nama baik kalian serta profesi perwasitan dan bisa memicu protes-protes yang akhirnya bisa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan," serunya.
Baca juga:Sabet Emas, Karateka Sulsel Krisda Putri Tumbangkan Juara Bertahan PON Jabar
"Ada 257 atlet karate yang bertanding di beberapa kelas. Kami pula laporkan, kegiatan ini terlaksana berkat dukungan penuh dari Ketua Forki Sulsel," sebutKetua Porprov Cabor Karate.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulsel, Andi Arwin Azis ikut mendorong peningkatan kualitas pembinaan olahraga di Sulsel, khususnya cabang olahraga karate.
"Kita berharap prestasi karate di Papua tidak berhenti. Kita ingin prestasi karate berkelanjutan. Tentunya ini melalui pembinaan dari tingkat kabupaten dan kota di sulsel dan melibatkan stakeholder," ujarnya.
Keterlibatan stakeholeder dalam keberlanjutan prestasi karate di Sulsel sangat dibutuhkan seperti yang diupayakan Forki Sulsel saat ini.
Baca juga:Dua Atlet Gagal, Bulutangkis Sulsel Andalkan Nomor Ganda
"Cabor karate mengangkat harkat dan martabat Sulsel pada PON XX di Papua kemarin. Saya berharap di ajang Pra Porprov kita mampu mendapatkan bibit atlet untuk menggantikan atlet senior yang sudah duluan berprestasi," ujarnya.
"Kita lihat potensi atlet di kabupaten dan kota, kita data dengan baik, harus ada data atlet di daerah, sehingga tiba saatnya ada regenerasi kita tidak perlu lagi susah cari atlet berpotensi," kuncinya.
Bonus diserahkan Amir Uskara di sela penyelenggaraanPra Porprov XVII Cabor Karate di JK Arenatorium GOR Unhas Tamalanrea, Rabu (22/12). Saat penyerahan, Amir didampingi Sekretaris Umum Forki Sulsel, Sudirman Daming, sekaligus Ketua Panitia Pra Porprov XVII Cabor Karate
Baca juga:Cabor Karate Luwu Berhasil Sumbang 1 Tiket Porprov Sulsel
Bonus yang diserahkan Amir Uskara dengan total senilai Rp600 juta ini, di antaranya berupa 3 unit rumah yang terletak di Perumahan Graha Citra Hidayah nomor 15, 16 dan nomor 17. Selain atlet, bonus dana pembinaan juga diberikan kepada para pelatih.
"Bonus itu memang dari Forki, tentu ada beberapa pengurus, saya dan bendahara umum. Forki Sulsel memang berupaya memberikan motivasi, termasuk dengan cara memberikan bonus hari ini," ujarnya.
"Yang kita hitung kemarin nilainya sekira Rp600 juta, untuk bonus bagi atlet kita maupun pelatih yang meraih medali emas di Papua kemarin," lanjutnya.
Informasi yang dihimpun SINDOnews dari Sekretaris Forki Sulsel, Sudirman Daming, mereka yang mendapatkan bonus rumah dan dana pembinaan di antaranya, peraih emas pada kata perorangan putri yakni, Krisda Putri.
Selanjutnya, peraih medali emas pada kata beregu putra, Andi Dasril, Andi Tomi dan Albiadi. Berikutnya, peraih mendali emas kata beregu putri yakni, Magfirah, Nuriska dan Nadya.
Baca juga:Kawinkan Medali Emas, Karate Sulsel Cetak Sejarah di PON Papua
Dalam kesempatan ini, Amir Uskara , menyampaikan bahwa penyelenggaraan Pra Porprov mutlak dilakukan untuk sarana peningkatan kualitas pada tingkat regional.
"Sekaligus mengukur kemampuan teknik atlet-atlet untuk dijadikan bahan evaluasi dalam melakukan pembinaan prestasi secara berjenjang, bertahap, bertingkat dan berkelanjutan, selain ajang memperebutkan tiket Porprov XVII yang akan dilaksanakan di Sinjai dan Bulukumba tahun depan," ujarnya.
Kepada seluruh atlet yang berkompetisi, diharapkan bertanding dengan baik, tampilkan kemampuan teknik yang dimiliki serta junjung tinggi sportivitas. "Karena hal tersebut menunjukan kedewasaan kita dalam berkompetisi," ujarnya.
Dirinya juga mengimbau kepada seluruh peserta, baik atlet, pelatih maupun wasit juri, agar melaksanakan tugas masing-masing dengan baik dan profesional, sehingga hasil dari Pra Porprov memiliki bobot yang baik dan teruji.
"Lakukanlah tugas wasit dan juri dengan profesional, karena dengan kepemimpinan yang baik akan menghasilkan kompetisi yang baik pula. Jangan melakukan pengambilan keputusan yang tidak sesuai dengan kenyataan dan hati nurani, karena hal ini akan mencoreng nama baik kalian serta profesi perwasitan dan bisa memicu protes-protes yang akhirnya bisa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan," serunya.
Baca juga:Sabet Emas, Karateka Sulsel Krisda Putri Tumbangkan Juara Bertahan PON Jabar
"Ada 257 atlet karate yang bertanding di beberapa kelas. Kami pula laporkan, kegiatan ini terlaksana berkat dukungan penuh dari Ketua Forki Sulsel," sebutKetua Porprov Cabor Karate.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulsel, Andi Arwin Azis ikut mendorong peningkatan kualitas pembinaan olahraga di Sulsel, khususnya cabang olahraga karate.
"Kita berharap prestasi karate di Papua tidak berhenti. Kita ingin prestasi karate berkelanjutan. Tentunya ini melalui pembinaan dari tingkat kabupaten dan kota di sulsel dan melibatkan stakeholder," ujarnya.
Keterlibatan stakeholeder dalam keberlanjutan prestasi karate di Sulsel sangat dibutuhkan seperti yang diupayakan Forki Sulsel saat ini.
Baca juga:Dua Atlet Gagal, Bulutangkis Sulsel Andalkan Nomor Ganda
"Cabor karate mengangkat harkat dan martabat Sulsel pada PON XX di Papua kemarin. Saya berharap di ajang Pra Porprov kita mampu mendapatkan bibit atlet untuk menggantikan atlet senior yang sudah duluan berprestasi," ujarnya.
"Kita lihat potensi atlet di kabupaten dan kota, kita data dengan baik, harus ada data atlet di daerah, sehingga tiba saatnya ada regenerasi kita tidak perlu lagi susah cari atlet berpotensi," kuncinya.
(luq)
Lihat Juga :