Langkah Gubernur Sugianto Sabran Lahirkan SDM Berkualitas dari Kalteng untuk Indonesia
Minggu, 12 Desember 2021 - 13:02 WIB
loading...
A
A
A
Sementara sistem penerimaan Peserta Didik Baru (PDB) sudah dilaksanakan secara online. Hal ini sebagai upaya mendorong tranparansi penyelenggaran sistem pendidikan yang terbuka, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan semakin tinggi.
“Pemanfaatan teknologi dan informasi dalam penyelenggaraan pendidikan saat ini adalah sebuah keniscayaan, manfaatnya bukan hanya dari segi efektifitas dan efesiensi, tapi yang terpenting adalah membangun transparansi penyelenggaraan pendidikan, sehingga masyarakatpun dapat terlibat aktif dalam memberikan masukan yang konstruktif bahkan dalam pengawasan," tutur Sugianto.
Menurutnya, pembangunan aksesbilitas dan sarana prasarana pendukung pendidikan menjadi fokus dan perhatian yang serius. DIa mengatakan, "Ketersediaan sarana prasarana yang memadai terutama ruang belajar yang tercukupi dan nyaman, merupakan salah satu faktor penting dalam penyelenggaraan pendidikan, untuk itu Pemprov Kalteng terus berupaya membangun sarana prasarana pendidikan yang memadai."
Sejak 2017, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah membangun 236 unit ruang kelas baru untuk satuan pendidikan SMA, 132 unit laboratorium, 16 unit perpustakaan, 206 unit rehabilitasi bangunan, serta 132 unit toilet dengan sanitasinya.
Sementara itu, untuk pembangunan sarana pendidikan SMK telah dilaksanakan pembangunan 156 unit ruang praktik siswa dan 91 unit ruang kelas baru. Kemudian, dibangun pula 32 unit laboratorium, 113 jamban sekolah, 2 unit asrama, 2 unit USB SMK unggulan, serta pengadaan peralatan praktik sekolah 68 unit dan alat kesenian tradisional 17 unit.
Hal yang sama dilakukan untuk membangun sarana pendidikan SLB, di antaranya pembangunan ruang kelas baru, rehab kelas, pembangunan ruang keterampilan, serta pengadaan peralatan pendidikan pendukung. Menciptakan pembangunan pendidikan yang berkualitas tentu dibutuhkan dukungan anggaran yang memadai, karena sektor pendidikan memiliki kompleksitas yang komprehensi, serta saling keterkaitan antar satu unsur dengan unsur lainnya.
Keterbatasan anggaran hingga dampak pandemi Covid-19, tidak menyurutkan perhatian Sugianto terhadap pemabangunan dan pengembangan pendidikan di Kalimantan Tengah. Sejak 2018, Pemerintah Provinsi (Pemr=prov) Kalimantan Tengah telah mengucurkan bantuan pendidikan lebih dari Rp34 milyar. Bantuan tersebut diperuntukkan untuk Bantuan Sosial Fungsi Pendidikan untuk jenjang D3 dan D4/S1, bantuan dana kuliah bagi mahasiswa terdampak Covid-19, sarana mobilitas sekolah di daerah terpencil berupa perahu mesin (klotok), jaringan air bersih dan sarana penunjang satuan pendidikan.
Dalam setiap kesempatan, Gubernur Sugianto Sabran menyampaikan, tidak boleh main-main terkait pendiikan, karena menyangkut Sumber Daya Manusia yang merupakan investasi negara untuk menghasilakan generasi penerus yang akan menjadi penentu era transisi dari generasi saat ini, dan generasi mendatang.
“Pemanfaatan teknologi dan informasi dalam penyelenggaraan pendidikan saat ini adalah sebuah keniscayaan, manfaatnya bukan hanya dari segi efektifitas dan efesiensi, tapi yang terpenting adalah membangun transparansi penyelenggaraan pendidikan, sehingga masyarakatpun dapat terlibat aktif dalam memberikan masukan yang konstruktif bahkan dalam pengawasan," tutur Sugianto.
Menurutnya, pembangunan aksesbilitas dan sarana prasarana pendukung pendidikan menjadi fokus dan perhatian yang serius. DIa mengatakan, "Ketersediaan sarana prasarana yang memadai terutama ruang belajar yang tercukupi dan nyaman, merupakan salah satu faktor penting dalam penyelenggaraan pendidikan, untuk itu Pemprov Kalteng terus berupaya membangun sarana prasarana pendidikan yang memadai."
Sejak 2017, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah membangun 236 unit ruang kelas baru untuk satuan pendidikan SMA, 132 unit laboratorium, 16 unit perpustakaan, 206 unit rehabilitasi bangunan, serta 132 unit toilet dengan sanitasinya.
Sementara itu, untuk pembangunan sarana pendidikan SMK telah dilaksanakan pembangunan 156 unit ruang praktik siswa dan 91 unit ruang kelas baru. Kemudian, dibangun pula 32 unit laboratorium, 113 jamban sekolah, 2 unit asrama, 2 unit USB SMK unggulan, serta pengadaan peralatan praktik sekolah 68 unit dan alat kesenian tradisional 17 unit.
Hal yang sama dilakukan untuk membangun sarana pendidikan SLB, di antaranya pembangunan ruang kelas baru, rehab kelas, pembangunan ruang keterampilan, serta pengadaan peralatan pendidikan pendukung. Menciptakan pembangunan pendidikan yang berkualitas tentu dibutuhkan dukungan anggaran yang memadai, karena sektor pendidikan memiliki kompleksitas yang komprehensi, serta saling keterkaitan antar satu unsur dengan unsur lainnya.
Keterbatasan anggaran hingga dampak pandemi Covid-19, tidak menyurutkan perhatian Sugianto terhadap pemabangunan dan pengembangan pendidikan di Kalimantan Tengah. Sejak 2018, Pemerintah Provinsi (Pemr=prov) Kalimantan Tengah telah mengucurkan bantuan pendidikan lebih dari Rp34 milyar. Bantuan tersebut diperuntukkan untuk Bantuan Sosial Fungsi Pendidikan untuk jenjang D3 dan D4/S1, bantuan dana kuliah bagi mahasiswa terdampak Covid-19, sarana mobilitas sekolah di daerah terpencil berupa perahu mesin (klotok), jaringan air bersih dan sarana penunjang satuan pendidikan.
Dalam setiap kesempatan, Gubernur Sugianto Sabran menyampaikan, tidak boleh main-main terkait pendiikan, karena menyangkut Sumber Daya Manusia yang merupakan investasi negara untuk menghasilakan generasi penerus yang akan menjadi penentu era transisi dari generasi saat ini, dan generasi mendatang.
Lihat Juga :