Bawa Sajam, Keluarga Ngamuk dan Jemput Paksa Pasien Berstatus PDP
Selasa, 09 Juni 2020 - 10:36 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga: Timnas Indonesia Bersiap Hadapi Kualifikasi Piala Dunia 2022 )
Akibat aksi brutal ini, ada sejumlah fasilitas di ruang isolasi RSUD Palagimata mengalami kerusakan. Pasien yang dijemput berstatus PDP, dengan hasil rapid test reaktif. Saat datang ke rumah sakit, pasien dalam kondisi batuk dan nyeri ulu hati.
Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Kota Baubau, Lukman menyebutkan, pasien tersebut sudah menjalani tes swab, namun hasilnya belum keluar. "Kami menyesalkan tindakan keluarga yang menjemput paksa pasien berstatus PDP, karena akan menambah kontak erat dengan pasien, sementara hasil tes swabnya belum keluar," tuturnya.
(Baca juga: Saat Para Barista Membasuh Kerinduan Menyeduh Secangkir Kopi )
Polisi langsung menjaga ketat rumah sakit tersebut, untuk mengantisipasi terulangnya keributan tersebut. Kondisi rumah sakit sudah aman dan terkendali. Pihak manajemen rumah sakit juga telah melaporkan kejadian ini ke kepolisian.
Akibat aksi brutal ini, ada sejumlah fasilitas di ruang isolasi RSUD Palagimata mengalami kerusakan. Pasien yang dijemput berstatus PDP, dengan hasil rapid test reaktif. Saat datang ke rumah sakit, pasien dalam kondisi batuk dan nyeri ulu hati.
Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Kota Baubau, Lukman menyebutkan, pasien tersebut sudah menjalani tes swab, namun hasilnya belum keluar. "Kami menyesalkan tindakan keluarga yang menjemput paksa pasien berstatus PDP, karena akan menambah kontak erat dengan pasien, sementara hasil tes swabnya belum keluar," tuturnya.
(Baca juga: Saat Para Barista Membasuh Kerinduan Menyeduh Secangkir Kopi )
Polisi langsung menjaga ketat rumah sakit tersebut, untuk mengantisipasi terulangnya keributan tersebut. Kondisi rumah sakit sudah aman dan terkendali. Pihak manajemen rumah sakit juga telah melaporkan kejadian ini ke kepolisian.
(eyt)
Lihat Juga :