Oknum Prajurit TNI di Papua Kabur Bawa Senjata Serbu Mematikan, Pelurunya Standar NATO
Minggu, 19 Desember 2021 - 10:58 WIB
loading...
Senjata laras panjang SS2-V1 buatan PT Pindad yang dibawa kabur oknum prajurit TNI dari Batalyon 756 Wimane Sili. Foto/Dok. PT Pindad
A
A
A
JAYAPURA - Kesatuan Batalyon 756 Wimane Sili dibuat geger dengan kaburnya seorang oknum prajuritnya, Prada Yotam Bungiangge yang bertugas di Kompi Senapan (Kipan) C Senggi. Oknum prajurit TNI ini kabur membawa senjata serbu jenis SS2-V1.
Baca juga: 1 Oknum Prajurit Yonif 756/WS Papua Kabur Bawa Senapan Serbu SS2VI
Berdasarkan situs resmi PT Pindad, sebagai produsen senapan serbu SS2-V1, disebutkan senapan mematikan ini memiliki peluru kaliber standar NATO, yakni 5.56 mm. SS2-V1 merupakan varian pertama dari keluarga SS2 dengan panjang laras 460 mm.
Senjata ini disebut sangat efektif mengenai target hingga sejauh 400 meter. Salah satu fitur SS2 adalah charging handle yang akan tertarik ke belakang saat peluru telah habis, pengguna hanya perlu mengganti magazine, kemudian menekan tombol bolt-catch tanpa mengokang, dan senjata pun akan kembali siap untuk ditembakan.
Baca juga: 1 Oknum Prajurit Yonif 756/WS Papua Kabur Bawa Senapan Serbu SS2VI
Berdasarkan situs resmi PT Pindad, sebagai produsen senapan serbu SS2-V1, disebutkan senapan mematikan ini memiliki peluru kaliber standar NATO, yakni 5.56 mm. SS2-V1 merupakan varian pertama dari keluarga SS2 dengan panjang laras 460 mm.
Senjata ini disebut sangat efektif mengenai target hingga sejauh 400 meter. Salah satu fitur SS2 adalah charging handle yang akan tertarik ke belakang saat peluru telah habis, pengguna hanya perlu mengganti magazine, kemudian menekan tombol bolt-catch tanpa mengokang, dan senjata pun akan kembali siap untuk ditembakan.
Lihat Juga :