Tak Ada Penambahan Kasus Positif Covid-19 di Lutra Sejak Akhir Mei

Senin, 08 Juni 2020 - 23:45 WIB
loading...
Tak Ada Penambahan Kasus Positif Covid-19 di Lutra Sejak Akhir Mei
Sejak akhir Mei, tepatnya 30 Mei 2020 tercatat tidak ada penambahan kasus corona di Lutra. Foto/Ilustrasi
A A A
MASAMBA - Penurunan kasus positif virus corona atau covid-19 di Kabupaten Luwu Utara progresnya semakin membaik. Terhitung sejak akhir Mei, tepatnya 30 Mei sampai hari ini, 8 Juni, tak ada penambahan kasus positif alias masih tetap 43 kasus. Artinya sudah sembilan hari tak ada warga Luwu Utara yang terinfeksi covid-19.

Lebih membahagiakan lagi, terjadi penurunan kasus positif sejak 28 Mei sampai hari ini, menyusul banyaknya orang yang positif dinyatakan sembuh dari covid-19 yakni 31 orang. Kenapa ini terjadi? Jubir Penanganan Covid-19, Komang Krisna, mengatakan dari 290 spesimen contact tracing, 223 spesimen terkonfirmasi negatif covid-19.

Masih ada tersisa 67 spesimen lagi yang saat ini masih ditunggu hasil lab-nya dari BBLK Makassar. Sementara yang sembuh, kata dia, mengalami peningkatan sebesar 72%. Signifikansi tingkat kesembuhan 72% dan penurunan kasus positif, salah satunya disebabkan oleh masifnya upaya contact tracing yang dilakukan Tim Gerak Cepat (TGC) Dinas Kesehatan.

Baca Juga: Dinkes Lutra Lakukan Penelusuran Kontak Pasien Positif Covid-19

“Tentu ini memberikan dampak terhadap penurunan kasus di Luwu Utara. Meski begitu, kami bersama TGC, tetap bergerak menyisir dan mencari Orang Tanpa Gejala (OTG ) yang menjadi sumber penularan, melalui kegiatan rapid test secara massal dan pengambilan spesimen swab hidung dan tenggorokan para OTG, ODP dan PDP,” kata dia.

Ia menambahkan dalam rangka menghadapi era new normal, upaya preventif dan promotif menjadi sangat penting untuk dilakukan sebagai bentuk kesiapan menghadapi new normal. Ia menyebutkan banyak hal yang mesti dilakukan masyarakat dalam menghadapi new normal, selain tentunya disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Bentuk kegiatan yang bisa dilakukan masyarakat untuk beraktivitas di era new normal adalah edukasi, sosialisasi, dan simulasi berdasarkan sektor atau bidang yang dibuka saat new normal resmi diterapkan. Untuk itu, kedisiplinan dan kesadaran kolektif masyarakat menjadi hal paling penting menghadapi new normal ke depan,” pungkasnya.
(tri)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1965 seconds (11.97#12.26)