ASN Bulukumba Diharapkan Jadi Contoh Kewajiban Pembayaran Zakat
Kamis, 16 Desember 2021 - 14:17 WIB
loading...
A
A
A
Atas upaya tersebut, Bupati Bulukumba Muchtar Ali Yusuf meminta seluruh Kepala OPD untuk mengkoordinir pelaksanaannya agar proses pemotongan gaji untuk zakat ASN di masing-masing OPD-nya dapat segera dilakukan.
“Zakat itu untuk masyarakat kita juga, sehingga tidak perlu khawatir sepanjang dikelola secara profesional,” kata Muchtar Ali Yusuf.
Baca Juga: Kapolres Bulukumba Kunjungi Rumah Korban Tabrak Lari
Andi Utta sapaan akrabnya mengharapkan lembaga seperti Baznas Bulukumba betul-betul profesional dalam menjalankan amanah tersebut. Tidak boleh ada unsur atau kepentingan politik di dalamnya. Seluruh kegiatannya harus murni untuk kepentingan umat.
Lebih lanjut, dikatakan bahwa prinsip tersebut juga berlaku terhadap lembaga-lembaga lain yang mengurus umat, seperti masjid, agar pengurusnya tidak hanya memiliki kepentingan mendapatkan gaji saja alias Salary Oriented. Padahal tujuan utamanya adalah mengurus dan melayani umat.
Ketua Komisioner Baznas Bulukumba HM Yusuf Shandy menyambut baik upaya pemerintah memaksimalkan potensi penerimaan zakat dari ASN. Dikatakan beberapa tahun sebelumnya telah diterapkan pembayaran zakat sebanyak 2,5 persen dari gaji melalui Payrol System atau potong langsung dari rekening gaji ASN.
“Namun kondisi faktualnya baru ada sekitar 600 ASN yang melakukan pembayaran zakat melalui autodebet gaji atau payrol system,” ungkapnya.
“Zakat itu untuk masyarakat kita juga, sehingga tidak perlu khawatir sepanjang dikelola secara profesional,” kata Muchtar Ali Yusuf.
Baca Juga: Kapolres Bulukumba Kunjungi Rumah Korban Tabrak Lari
Andi Utta sapaan akrabnya mengharapkan lembaga seperti Baznas Bulukumba betul-betul profesional dalam menjalankan amanah tersebut. Tidak boleh ada unsur atau kepentingan politik di dalamnya. Seluruh kegiatannya harus murni untuk kepentingan umat.
Lebih lanjut, dikatakan bahwa prinsip tersebut juga berlaku terhadap lembaga-lembaga lain yang mengurus umat, seperti masjid, agar pengurusnya tidak hanya memiliki kepentingan mendapatkan gaji saja alias Salary Oriented. Padahal tujuan utamanya adalah mengurus dan melayani umat.
Ketua Komisioner Baznas Bulukumba HM Yusuf Shandy menyambut baik upaya pemerintah memaksimalkan potensi penerimaan zakat dari ASN. Dikatakan beberapa tahun sebelumnya telah diterapkan pembayaran zakat sebanyak 2,5 persen dari gaji melalui Payrol System atau potong langsung dari rekening gaji ASN.
“Namun kondisi faktualnya baru ada sekitar 600 ASN yang melakukan pembayaran zakat melalui autodebet gaji atau payrol system,” ungkapnya.
Lihat Juga :