Bersekongkol dengan Kompeni, Siasat Licik Ratu Syarifah Raih Kekuasaan Berakhir di Pengasingan

Rabu, 15 Desember 2021 - 05:04 WIB
loading...
A A A
Sayangnya permohonan itu tidak direspons oleh otoritas Belanda di Banten. Alih-alih membantu, pihak VOC malah menuduh Ratu Syarifah sebagai biang kegaduhan atas terjadinya kekacauan di kesultanan Banten.

Lagi-lagi VOC ingin ambil untung dari pemberontakan ini. Dengan niat tersembunyi ingin tetap menguasai Banten secara ekonomi, VOC tampil sebagai penegah. VOC berusaha meredam amarah pemberontak terhadap permaisuri dengan cara menghukum permaisuri.

Pada Januari 1751 Belanda menghukum Ratu Syarifah dengan membuanganya ke Pulau Edam di Kepulauan Seribu bersama putranya Syarif Abdullah hingga mereka wafat di sana sebagai tahanan politik. Untuk mengisi kekosongan, Pangeran Adi Santika saudara tua sultan yang dibuang akhirnya dinobat oleh Kompeni Belanda sebagai Regent Pangeran atau penguasa sementara.

Pada tahun 1752, VOC di Batavia memutuskan untuk menjemput kembali sang putra mahkota yakni Pangeran Gusti dari Sri Langka untuk kemudian didudukan sebagai Regent Pangeran atau putera mahkota.

Dengan situasi ini, kompeni semakin berkuasa mengendalikan Banten. Bahkan Pangeran Gusti tidak secara langsung diangkat sebagai sultan baru pengganti mendiang ayahnya yang dibuang di Ambon Maluku melainkan VOC mengangkat Pangeran Adi Santika sebagai sultan baru dengan gelar Sultan Wasi Zaenul ‘Alimin.

Meski kemudian Sultan Wasi harus meletakkan jabatanya di tahun 1752 sebagai sultan kepada keponakanya yang memang sudah digadang-gadang akan dinobatkan menjadi Sultan Banten.

Singkat cerita, suksesi Kesultanan Banten secara priodik, tidak lain dari sekenario geo-politik kolonial Belanda dalam rangka mengamankan komoditi perdagangan.

Diolah dari berbagai sumber
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
Zulhas Hadiri Pelantikan...
Zulhas Hadiri Pelantikan DPW PAN Provinsi Banten di Tangerang
PSI Banten Fokus Percepat...
PSI Banten Fokus Percepat Pembentukan Ranting
Gempa Guncang Sumur...
Gempa Guncang Sumur Banten Minggu Dini Hari, Tidak Berpotensi Tsunami
Kantor Pertanahan se-Banten...
Kantor Pertanahan se-Banten Tetap Buka selama Libur Idulfitri 2026
BCF Jadi Ajang Unjuk...
BCF Jadi Ajang Unjuk Karya, Menekraf: Ini Bukti Kekuatan Kreativitas Anak Muda Banten
SPMB Banten 2026 Jenjang...
SPMB Banten 2026 Jenjang SMK Dibuka Hari Ini, Berikut Cara Daftarnya
Konflik PPP Banten Dinilai...
Konflik PPP Banten Dinilai Lebih dari Sekadar Pergantian Ketua
Sultan Jepang Bangun...
Sultan Jepang Bangun Sirkuit Ala Formula 1 Rp3,2 Triliun Khusus untuk Istri dan Anak
Rekomendasi
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Gunakan MT Gamkonora,...
Gunakan MT Gamkonora, Pertamina Patra Niaga Tambah 450 Ribu Barel Minyak
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Cibis Park Satukan Jazz Modern dan Betawi dalam Panggung Budaya Urban
Panji Bangsa Tegaskan...
Panji Bangsa Tegaskan Politik Kemanusiaan, Rayakan Harlah dengan Santuni Ratusan Yatim
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
7 Tahun Warga Mengungsi,...
7 Tahun Warga Mengungsi, Leri Gwijangge Desak Pemerintah Akhiri Krisis Kemanusiaan di Nduga
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bersama Ewindo Perkuat Pengembangan Pertanian Perkotaan
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved