Praktisi Hukum Sebut Terlalu Dini Penetapan Tersangka Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Kupang

Sabtu, 11 Desember 2021 - 12:05 WIB
loading...
A A A
‘’Gimana psikologis istri tersangka mengapa dia sampai membuat ancaman via DM? Bagaimana kepribadiannya? Adakah mengarah ke sosiopat atau psikopat atau kepribadian lainnya yang bermasalah? Apa yang mendorongnya kirim ancaman via DM, apakah memiliki kepribadian pendendam?," tambah Ricky.

Menurut dia, tanda tanya kenapa penyidik Polda NTT tidak mendalami itu semua? TKP, kronologi dan GPS mobil belum jelas, bagaimana logikanya bisa mengetahui ada peran tersangka? Kan berdasarkan hasil autopsi, korban mati lemas karena ada indikasi dibekap, dibekap pakai apa? Pakai tangan atau pakai bantal?. "Kalau bantal berarti di kos ya, kos B diduga, jadi dibekap pakai apa?Harus jelas, itu semua sampai sekarang masih buram kenapa malah menetapkan dia sebagai tersangka? bahkan alat yang dipakai membekap korban pun belum jelas,’’ timpalnya.

Ricky pun membela tersangka pembunuhan ibu dan anak di Kupang tersebut denganargumentasi hukum bahwa tersangkatakterlibat karena tersangka sangat menyayangi mantan pacarnya beserta buah hatinya tersebut dan tersangka selalu bertemu dengan wanita yang diasayanginitu sampai akhirnya diketahui istri tersangkadan akhirnya istri tersangka mengirim ancaman bisa fatal jika rumah tangganya terus diganggu korban dan itu dikirim via DM Bang Jack.Dan menurut Ricky, Itu adalah alat bukti kuat patut diduga istri tersangka terlibat. Tersangka tak terlibat. Salah orang menetapkan tersangka.

‘’Bayi itu berusia 9 bulan artinya bayinya benar-benar bisa bertumbuh dengan baik dan tersangka memang menginginkan bayi itu terus bertumbuh buktinya dia selalu bertemu dengan wanita yang melahirkan bayi itu dan bayi itu sampai bisa bertumbuh sampai usia 9 bulan. Diduga kuat ada orang lain yang sangat membenci korban beserta bayinya karena sakit hati dan marah besar tersangka ini masih melakukan CLBK dengan korban sampai punya baby. Perencanaannya sangat masif kasus ini. Periksa secara intensif A, B dan istri tersangka,’’ ujarnya.

Karena, kata dia, ada bayi usia 9 bulan juga dibunuh, mana ada logika hukumnya seorang ayah kandung datang secara tiba-tiba langsung membunuh dan menghabisi bayinya sendiri, apalagi dia selalu menemui bayinya itu, dia sayang dengan bayinya itu sayang juga dengan korban mantan pacarnya itu. Korban dan bayinya dibunuh, ini 340 KUHPidana bukan 338, karena pertanyaannya sederhana.

"Kan biasanya pembunuhan itu ada motif dan tujuan. Apa tujuan melenyapkan dua korban? korban dan bayinya dibunuh maka tersangka tidak akan pernah bisa lagi melihat, berhubungan dan bertemu dengan korban dan bayinya. Siapa yang menginginkan itu terjadi? Karena selama ini tersangka sering bertemu dengan korban dan bayinya. Istri tersangka ngirim DM ke Bang Jack yang intinya adalah intinya jangan dekat-dekat lagi dengan suaminya, si tersangka ini atau akan fatal. Dalami A, B dan Ir istri tersangka. Karena yang menjemput korban adalah A tak lama kemudian korban hilang. Tersangka tidak tahu. Harusnya orang terakhir bersama korban yaitu si A diperiksa secara mendalam,’’ tandasnya.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Polda NTT Perkuat Kesehatan Mental Personel lewat USEFT
Dari Penyidik KPK hingga...
Dari Penyidik KPK hingga Dirreskrimum Polda NTT, Jejak Karier Kombes Sigit Haryono
Hasil Autopsi Ungkap...
Hasil Autopsi Ungkap Balita di Bekasi Tewas dengan 32 Tusukan
Sadis! Perempuan Dibunuh...
Sadis! Perempuan Dibunuh dan Dibakar Mantan Pacar, Jasadnya Dibuang ke Sungai Enim
Kasus Pembunuhan Balita...
Kasus Pembunuhan Balita di Bekasi, Polisi Tetapkan Paman Jadi Tersangka
Tragis, Balita 2 Tahun...
Tragis, Balita 2 Tahun Tewas dengan Luka Tusukan di Bekasi
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Rekomendasi
S2 Psikologi Unika Atma...
S2 Psikologi Unika Atma Jaya Raih Akreditasi Baik Sekali dari BAN-PT
Apresiasi Catatan Seskab...
Apresiasi Catatan Seskab Letkol Teddy, TII Minta Perluasan Kuota Magang Tetap Transparan
Gus Falah: HUT ke-80...
Gus Falah: HUT ke-80 Bhayangkara Momentum Perkuat Kedekatan Polri dengan Rakyat
Berita Terkini
Lanjutan Sidang Praperadilan,...
Lanjutan Sidang Praperadilan, Roy Suryo Siapkan 3 Saksi dan 1 Ahli
Jelang Upacara HUT Ke-80...
Jelang Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara, Begini Situasi Satlat Brimob Cikeas
Ini Daftar Jalan di...
Ini Daftar Jalan di Jakarta yang Ditutup Sementara saat Presiden Belarus Melintas
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
Infografis
Penyebab 135 Anak di...
Penyebab 135 Anak di Bojonegoro Nikah Dini pada Januari-April 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved