Praktisi Hukum Sebut Terlalu Dini Penetapan Tersangka Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Kupang

Sabtu, 11 Desember 2021 - 12:05 WIB
loading...
Praktisi Hukum Sebut...
Pelaku pembunuhan ibu dan anak ditangkap. Foto: Eman/MNC Media
A A A
KUPANG - Kepolisian telah menetapkan RB alias Randy (31) sebagai tersangka tunggal kasus pembunuhan ibu dan anak yang jasadnya ditemukan di proyek penggalian pipa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kelurahan Penkase Oeleta, Kecamatan Alak, Kupang, NTT. Namun, penetapan tersangka tersebut dinilai terlalu tergesa-gesa.

Menurut praktisi hukum Ricky Vinando, penetapan itu terlalu tergesa-gesa mengingat sampai saat ini baik Polda NTT maupun Polres Kupang Kota masih bingung dan tidak tahu di mana TKP yang menjadi lokasi pembunuhan ibu dan anak itu dilakukan. Bahkan kronologi peristiwa pun belum mampu diungkap oleh tim gabungan dari Polda NTT, Polres Kupang Kota dan Polsek Alak.

Penetapan tersangka tersebut dilakukan penyidik gabungan Polda NTT , Polres Kupang Kota, dan Polsek Alak setelah melakukan pemeriksaan secara maraton terhadap tersangka RB yang menyerahkan diri pada Kamis (2/12/2021) siang. Baca juga: Remaja 17 Tahun Ditemukan Tewas Bersimbah Darah, Diduga Dibegal Saudara Angkat

Ricky mengatakan, banyak kejanggalan penetapan Randy sebagai tersangka. Menurutnya, berdasarkan keterangan saksi saudara kandung korban yaitu Bang Jack, awalnya korban bersama bayinya diketahui akan pergi ke rumah tantenya. Mulanya korban dijemput pria berinisial A pada pukul 20.00 Wita.

A saat menjemput korban biasanya motornya diparkir di depan rumah. Namun, lanjutnya, berbeda dengan malam itu pukul 20.00 Wita, motor diparkir di jalan raya, sehingga Ricky pun mempertanyakan dan menyoroti hal tersebut.

"Keterangan saksi Bang Jack, berdasarkan cerita A, setelah korban dijemput A, lalu oleh A, si korban dan bayinya dibawa A menuju ke kos B yang juga seorang pria. Tapi A bilang ke Bang Jack bahwa sesampai di kos tak lama kemudian korban dijemput oleh tersangka dan korban keluar sambil angkat telepon. Setelah itu tidak diketahui lagi kemana korban dan bayinya," kata Ricky.

Hal itu yang membuat Ricky ragu. "Saya meragukan keterangan A yang mengaku kepada Bang Jack bahwa tersangka menjemput korban dan anaknya. Argumen hukumnya sangat tidak masuk akal karena korban dan anaknya berusia 9 bulan kan awalnya mau ke rumah tantenya dan sudah dijemput A, tapi malah dijemput lagi oleh tersangka? Mau kemana lagi?," ungkapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Polda NTT Perkuat Kesehatan Mental Personel lewat USEFT
Dari Penyidik KPK hingga...
Dari Penyidik KPK hingga Dirreskrimum Polda NTT, Jejak Karier Kombes Sigit Haryono
Hasil Autopsi Ungkap...
Hasil Autopsi Ungkap Balita di Bekasi Tewas dengan 32 Tusukan
Sadis! Perempuan Dibunuh...
Sadis! Perempuan Dibunuh dan Dibakar Mantan Pacar, Jasadnya Dibuang ke Sungai Enim
Kasus Pembunuhan Balita...
Kasus Pembunuhan Balita di Bekasi, Polisi Tetapkan Paman Jadi Tersangka
Tragis, Balita 2 Tahun...
Tragis, Balita 2 Tahun Tewas dengan Luka Tusukan di Bekasi
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Rekomendasi
Usia 30-an Lutut Mulai...
Usia 30-an Lutut Mulai Rewel? Mengapa Welmove Bukan Hanya Suplemen untuk Orang Tua
Hari Anti Narkotika...
Hari Anti Narkotika Internasional, YAKITA Dorong Sinergi Penegakan Hukum, Rehabilitasi, dan Peran Keluarga
Hakim: Kerugian Negara...
Hakim: Kerugian Negara Akibat Kasus Chromebook Nadiem Rp1,5 Triliun
Berita Terkini
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
Besok Upacara Peringatan...
Besok Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Cari Jalur Alternatif Hindari Kemacetan
Gunung Dukono Maluku...
Gunung Dukono Maluku Utara Erupsi, PVMBG Imbau Masyarakat Waspada
Gapasdap: Penggunaan...
Gapasdap: Penggunaan B50 untuk Kapal Bebani Biaya Operasional Angkutan Penyeberangan
Infografis
Israel Bunuh Ibu dan...
Israel Bunuh Ibu dan Anak di Gereja, Paus Fransiskus: Ini Terorisme
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved