Amran Mahmud Jadi Pembicara di Rakernas Asosiasi Daerah Penghasil Migas
Jum'at, 10 Desember 2021 - 16:53 WIB
loading...
A
A
A
"Kami berharap, jaringan gas rumah tangga ini bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat Kabupaten Wajo, dengan total kebutuhan sebanyak lebih dari 100.000 sambungan," harapnya.
Menurut orang nomor satu di Bumi Lamadukelleng itu, berdasarkan pengalaman selama ini, perusahaan-perusahaan gas di Wajo telah turut serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan, guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat, baik bagi perseroan, komunitas setempat, maupun masyarakat.
CSR yang disalurkan oleh perusahaan-perusahaan gas yang ada di Wajo kata Amran , belum berfokus pada upaya mempercepat transformasi menuju energi terbarukan. Hal ini karena beberapa kendala, seperti rendahnya literasi masyarakat mengenai CSR dan juga mengenai energi baru terbarukan.
Baca juga:Bupati Wajo Terima Penghargaan dari KASN Atas Implementasi Sistem Merit
"Program CSR ditujukan pada bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan, serta fasilitas umum dan sosial. Mulai dari beasiswa pendidikan, pembangunan dan renovasi sarana dan prasarana umum, bantuan listrik gratis bagi masyarakat kurang mampu, pengelolaan lingkungan, serta peningkatan perekonomian masyarakat," terang Amran .
"Selain itu, belum tersedianya peta jalan mengenai potensi energi baru terbarukan di daerah sehingga perusahaan gas masih sulit menemukan titik temu antara kewajiban CSR perusahaan untuk mengawal percepatan transisi energi, dengan tujuan pembangunan nasional berupa pembangunan rendah karbon dan pengendalian perubahan iklim menuju Net Zero Emission (NZE)," sambungnya.
Menurut orang nomor satu di Bumi Lamadukelleng itu, berdasarkan pengalaman selama ini, perusahaan-perusahaan gas di Wajo telah turut serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan, guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat, baik bagi perseroan, komunitas setempat, maupun masyarakat.
CSR yang disalurkan oleh perusahaan-perusahaan gas yang ada di Wajo kata Amran , belum berfokus pada upaya mempercepat transformasi menuju energi terbarukan. Hal ini karena beberapa kendala, seperti rendahnya literasi masyarakat mengenai CSR dan juga mengenai energi baru terbarukan.
Baca juga:Bupati Wajo Terima Penghargaan dari KASN Atas Implementasi Sistem Merit
"Program CSR ditujukan pada bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan, serta fasilitas umum dan sosial. Mulai dari beasiswa pendidikan, pembangunan dan renovasi sarana dan prasarana umum, bantuan listrik gratis bagi masyarakat kurang mampu, pengelolaan lingkungan, serta peningkatan perekonomian masyarakat," terang Amran .
"Selain itu, belum tersedianya peta jalan mengenai potensi energi baru terbarukan di daerah sehingga perusahaan gas masih sulit menemukan titik temu antara kewajiban CSR perusahaan untuk mengawal percepatan transisi energi, dengan tujuan pembangunan nasional berupa pembangunan rendah karbon dan pengendalian perubahan iklim menuju Net Zero Emission (NZE)," sambungnya.
Lihat Juga :