Pengambilan Paksa Jenazah PDP COVID-19 dari RS kembali Terjadi
Senin, 08 Juni 2020 - 14:48 WIB
loading...
Keluarga jenazah yang bersatus PDP dibawa pulang paksa oleh keluarga di RS Stella Maris Makassar. Foto: Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Insiden upaya pengambilan paksa jenazah yang bersataus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) COVID-19, di Rumah Sakit kembali terulang di Kota Makassar.
Kali ini terjadi di Rumah Sakit Stella Maris, Jalan Somba Opu, Kecamatan Ujung Pandang, Minggu (7/6) malam.
Kapolsek Ujung Pandang Kompol Wahyu Basuki mengatakan, jenazah yang diambil paksa oleh pihak keluarga merupakan pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19 , berjenis kelamin perempuan berusia 53 tahun.
"Kejadiannya jam 20.00 Wita, semalam itu. Keluarganya datang dalam jumlah banyak untuk ambil jenazahnya pasien. Yang bersangkutan meninggal dunia di rumah sakit. Statusnya PDP karena hasilnya pemeriksaan (swab) belum dikeluarkan oleh rumah sakit," ungkap Wahyu, Senin (8/7/2020).
Baca Juga: Lagi, Jenazah PDP COVID-19 Dibawa Paksa Keluarga dari Rumah Sakit
Wahyu menuturkan pihak keluarga yang mendapatkan informasi meninggalnya pasien, langsung memadati rumah sakit setempat, untuk melihat langsung kondisi jenazah.
"Mereka langsung datang semua tadi malam itu," ucap Wahyu.
Wahyu menyebut sekitar kurang lebih 150 orang datang ke rumah sakit. Beberapa di antaranya merupakan anggota keluarga langsung pasien yang meninggal dunia. Mereka dikabarkan terlanjur marah karena melihat jenazah ditangani dengan standar pasien COVID-19.
Petugas gabungan TNI-Polri yang mengamankan lokasi setempat tidak bisa berbuat banyak, mengingat jumlah masyarakat yang datang bersama pihak keluarga pasien ngotot mengambil jenazah.
"Jadi diambil sama pihak keluarganya. Karena mereka banyak sekali yang datang. Diangkut pakai mobil," ucap Wahyu.
Baca Juga: Jenazah PDP COVID-19 Dibawa Pulang Paksa Keluarga dari RSKD Dadi
Sempat terjadi ribut-ribut dan saling dorong antara massa dengan petugas kemananan saat mereka berupaya untuk mengambil jenazah tersebut. Keributan terjadi di sepanjang jalan di samping rumah sakit.
Saat ini lanjut Wahyu, pihaknya sementara melakukan sterilisasi pengamanan di kawasan rumah sakit.
"Personel kita tambah supaya untuk antisipasi kejadian-kejadian yang dapat mengganggu kamtibmas," tegas Wahyu.
Kali ini terjadi di Rumah Sakit Stella Maris, Jalan Somba Opu, Kecamatan Ujung Pandang, Minggu (7/6) malam.
Kapolsek Ujung Pandang Kompol Wahyu Basuki mengatakan, jenazah yang diambil paksa oleh pihak keluarga merupakan pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19 , berjenis kelamin perempuan berusia 53 tahun.
"Kejadiannya jam 20.00 Wita, semalam itu. Keluarganya datang dalam jumlah banyak untuk ambil jenazahnya pasien. Yang bersangkutan meninggal dunia di rumah sakit. Statusnya PDP karena hasilnya pemeriksaan (swab) belum dikeluarkan oleh rumah sakit," ungkap Wahyu, Senin (8/7/2020).
Baca Juga: Lagi, Jenazah PDP COVID-19 Dibawa Paksa Keluarga dari Rumah Sakit
Wahyu menuturkan pihak keluarga yang mendapatkan informasi meninggalnya pasien, langsung memadati rumah sakit setempat, untuk melihat langsung kondisi jenazah.
"Mereka langsung datang semua tadi malam itu," ucap Wahyu.
Wahyu menyebut sekitar kurang lebih 150 orang datang ke rumah sakit. Beberapa di antaranya merupakan anggota keluarga langsung pasien yang meninggal dunia. Mereka dikabarkan terlanjur marah karena melihat jenazah ditangani dengan standar pasien COVID-19.
Petugas gabungan TNI-Polri yang mengamankan lokasi setempat tidak bisa berbuat banyak, mengingat jumlah masyarakat yang datang bersama pihak keluarga pasien ngotot mengambil jenazah.
"Jadi diambil sama pihak keluarganya. Karena mereka banyak sekali yang datang. Diangkut pakai mobil," ucap Wahyu.
Baca Juga: Jenazah PDP COVID-19 Dibawa Pulang Paksa Keluarga dari RSKD Dadi
Sempat terjadi ribut-ribut dan saling dorong antara massa dengan petugas kemananan saat mereka berupaya untuk mengambil jenazah tersebut. Keributan terjadi di sepanjang jalan di samping rumah sakit.
Saat ini lanjut Wahyu, pihaknya sementara melakukan sterilisasi pengamanan di kawasan rumah sakit.
"Personel kita tambah supaya untuk antisipasi kejadian-kejadian yang dapat mengganggu kamtibmas," tegas Wahyu.
(agn)
Lihat Juga :