Pengungsi Letusan Gunung Semeru Butuh Pakaian Dalam Wanita dan Popok Bayi

Kamis, 09 Desember 2021 - 19:18 WIB
loading...
Pengungsi Letusan Gunung Semeru Butuh Pakaian Dalam Wanita dan Popok Bayi
Hari kelima pasca letusan Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, bantuan dari banyak kalangan terus mengucur. MPI/Tritus
A A A
LUMAJANG - Hari kelima pasca letusan Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, bantuan dari banyak kalangan terus mengucur. Namun demikian, pengungsi masih mengaku kekurangan pakaian dalam wanita dan popok bayi.

Iis Wahyu, salah satu relawan di Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro mengatakan, bantuan pangan dan sandang di Posko Balai Desa Penanggal memang berlimpah. Namun, masih ada beberapa posko relawan yang kekurangan beberapa logistik, salah satunya adalah pakaian dalam wanita dan popok bayi.

Dikatakan Iis, posko relawan yang ia dirikan masih belum menerima distribusi bantuan dari Posko Desa Penanggal. "Bantuan yang ada di posko ini dari relawan langsung, bukan dari posko pusat desa. Kebanyakan sembako dan pakaian," kata Iis, Kamis (09/12/2021) petang.

Perempuan berumur 41 tahun ini menegaskan, posko relawan yang berdiri sekitar 2 kilometer dari Posko Desa Penanggal menangani korban bencana dari Dusun Kajar Kuning Desa Sumberwuluh dan Dusun Curah Kobolan Desa Supit Urang yang menyebar di desanya.

"Nah, rata-rata yang dibutuhkan adalah pakaian dalam perempuan dan popok bayi. Mereka (perempuan) tidak sempat mencuci," tukasnya.

Sementara dari pantauan wartawan Media Portal Indonesia (MPI), sepanjang jalan dari pusat Kota Lumajang hingga Kecamatan Pasirian dan Candipuro, banyak relawan yang mengirim bantuan dengan mobil pribadi.



Kondisi ini menyulut kemacetan di lokasi penampungan korban bencana yang berasal dari Desa Sumberwuluh dan Supit Urang, Kecamatan Candipuro. Baca: Bencana Erupsi Gunung Semeru Jadi Objek Wisata, Bupati Lumajang Geram.

Di Desa Penanggal, pengungsi yang berjumlah 181 kepala keluarga menghuni tenda-tenda di lapangan desa setempat. Sementara bantuan dari relawan terpusat di Balai Desa Penanggal.

Di siang hari, kondisi tenda penampungan tampak sepi. Korban memilih balik ke rumah masing-masing untuk menyelamatkan barang-barang. "Menjelang petang, mereka kembali ke barak lagi. Banyak juga yang memilih tidur di rumah saudaranya," pungkasnya. Baca Juga: Ini Identitas 39 Jasad Korban Erupsi Gunung Semeru.
(nag)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1633 seconds (10.177#12.26)