Gara-gara Anak, Keluarga Kurang Mampu di Ngawi Tidak Terima PKH

Kamis, 09 Desember 2021 - 14:59 WIB
loading...
Gara-gara Anak, Keluarga...
Ilustrasi penerima PKH. Foto: Istimewa
A A A
NGAWI - Keluarga penerima PKH di Dusun Duwet, Desa Karanggupito, Kecamtan Kendal, pada 2 kali terakhir masa periode penyaluran sudah tidak lagi menerima dana.

Bukan karena mengundurkan diri maupun dinyatakan sudah ekonomi mampu. Tapi diduga karena ada konflik kepentingan, perihal anak penerima PKH yang tidak disekolahkan di desa setempat.

Kondisi ini diungkap oleh keluarga Sukatno dan istrinya Tri Sulistyawati. Padahal ia penerima PKH aktif sejak 2012.

Baca juga: Mabuk Tengah Malam, 2 Wanita Cantik Berpakaian Seksi Tabrak Mobil Parkir di Ngawi

Terakhir sekitar April 2021 lalu, Sukatno dan istrinya menerima dana PKH sebesar Rp1,2 juta. Namun setelah itu atau dua kali periode penyaluran, ia menolaknya.

Semua berawal dari lontaran perkataan yang menyinggung keluarga itu dari seorang pengurus PKH desa setempat, setelah Sukatno memilih menyekolahkan anaknya di desa lain.

Sukatno juga mengatakan, jika ketua kelompoknya tidak lagi melayani penyaluran kepadanya karena anaknya sekolah di luar desa. Dikatakan, pengurus tersebut adalah seorang guru dari PAUD desa setempat.

Baca: Tragis, Petani di Ngawi Tewas Tersengat Listrik Jebakan Tikus Miliknya

"Sakit hati keluarga kami, di depan umum menghakimi kami terkait pilihan sekolah untuk putri kami," kata Sukatno, Kamis (9/12/2021).

"Kalaupun pilihan sekolah untuk anak kami mempengaruhi hak PKH yang kami terima, kami lebih baik tidak menerima, meski sekecil apapun," lanjut Sukatno.

"Beberapa kali pengurus yang lain mendatangi saya menyodorkan pernyataan mengundurkan diri, namun saya tolak," sambung Sukatno.

Baca: Ngawi Dilanda Kekeringan, Masyarakat Kesulitan Air Bersih untuk Masak dan Mandi

Keluarga Sukatno sendiri tercatat sebagai penerima PKH sejak 2012 atas nama istrinya, karena anak pertamanya masih berstatus pelajar, dan kini anak keduanya menginjak jenjang TK B, dan berujung masalah PKH ini.

Menanggapi masalah ini, Plt Dinas Sosial Kabupaten Ngawi, Tri Pujo menyatakan dengan tegas jika tidak ada hubungan antara di mana anak bersekolah dan tempat penerimaan PKH.

"Akan jadi masalah jika anak tersebut tidak bersekolah. Karena tidak ada ketentuan sekolah anak harus sama dengan tempat penerimaan PKH," jelasnya.

Baca: Ngawi Gempar, ASN Perempuan Ngamuk di Jalanan Pecahkan Kaca Mobil

Tri Pujo juga memastikan jika pengurus PKH baik setingkat ketua kelompok maupun pendamping melakukan diskriminasi karena sekolah anak penerima, maka pihaknya akan mendalaminya dan mengecek kelapangan.

"Mengenai apa latar belakang pengurus tersebut tidak melayani penyaluran PKH kepada yang bersangkutan akan kami dalami," tukasnya.
(hsk)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Waka MPR Ibas: Kelancaran...
Waka MPR Ibas: Kelancaran Irigasi Kunci Sukses Ketahanan Pangan Nasional
Teknologi Masuk Desa:...
Teknologi Masuk Desa: SnackVideo Hadirkan Terobosan Pertanian bagi Petani Ngawi
Tinjau Dapur MBG di...
Tinjau Dapur MBG di Ngawi, Ibas: Kita Harus Steril Betul
Wakil Ketua DPRD Ngawi...
Wakil Ketua DPRD Ngawi Tewas Kecelakaan di Tol Solo-Ngawi
Produksi Padi Jatim...
Produksi Padi Jatim Melesat, Khofifah Terdepan Wujudkan Swasembada Pangan
Kecelakaan Maut di Tol...
Kecelakaan Maut di Tol Ngawi, 3 Orang Tewas dan 2 Terluka
Penyaluran Bansos Tembus...
Penyaluran Bansos Tembus 80% per Juli 2025, Nilainya Rp5,8 Triliun
1,9 Juta Keluarga Dicoret...
1,9 Juta Keluarga Dicoret dari Daftar Penerima Bansos PKH dan BPNT
Bansos Tahap II Cair...
Bansos Tahap II Cair Akhir Mei 2025, Ini Acuan Datanya
Rekomendasi
Cerita Purbaya Ingin...
Cerita Purbaya Ingin Beli Harley Davidson Hasil Sitaan Negara, Tapi Dilarang Istri
Demokrat Ajak Semua...
Demokrat Ajak Semua Elemen Bangsa Jaga Ruang Publik yang Kondusif dan Beradab
Visa Ditolak AS, Wasit...
Visa Ditolak AS, Wasit Somalia Omar Artan Panen Duit FIFA
Berita Terkini
Biaya Operasional Tinggi,...
Biaya Operasional Tinggi, Gapasdap Minta Pemerintah Naikkan Tarif Angkutan Penyeberangan
Polda Metro Jaya: 3.588...
Polda Metro Jaya: 3.588 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Demo di DPR RI
Dukung Program MBG Dilanjutkan,...
Dukung Program MBG Dilanjutkan, Akademisi: Bermanfaat bagi Anak dan Masyarakat
Polda Metro Jaya Larang...
Polda Metro Jaya Larang Massa Demo Mahasiwa Masuk Jalur VIP Presiden Jerman
Ketua DPW Partai Perindo...
Ketua DPW Partai Perindo Sulsel Abdul Hayat Gani, dari Birokrasi ke Politik yang Melayani
Polisi Tangkap 2 Pelaku...
Polisi Tangkap 2 Pelaku yang Hendak Culik Lansia di PIK Jakut
Infografis
5 Negara dengan Netizen...
5 Negara dengan Netizen Paling Tidak Sopan di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved