Penampakan N219 Buatan PTDI yang Dikembangkan Jadi Pesawat Militer

Rabu, 08 Desember 2021 - 19:28 WIB
loading...
Penampakan N219 Buatan...
Penandatanganan Mou integrasi mission system Maritime Surveillance Aircraft (MSA) pada pesawat terbang N219 buatan PTDI. Foto/Ist
A A A
BANDUNG - Pesawat N219 buatan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) yang sebelumnya diproduksi untuk kebutuhan komersial, akan dikembangkan menjadi pesawat militer. Pesawat buatan anak bangsa ini, nantinya mampu mengemban misi pengintai atau lainnya.

Pengembangan pesawat N219 untuk militer setelah PT Dirgantara Indonesia (Persero) dan PT Infoglobal Teknologi Semesta (Infoglobal) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang kerja sama integrasi mission system Maritime Surveillance Aircraft (MSA) pada pesawat terbang N219.

Baca juga: Harga Pesawat N219 yang Diborong Kader NU Ternyata Capai Rp400 Miliar

Dokumen MoU ditandatangani oleh Direktur Niaga Teknologi dan Pengembangan PTDI, Gita Amperiawan dan Direktur Utama Infoglobal, Adi Sasongko di Kawasan Produksi II PTDI, Bandung, Rabu (8/12/2021).

Dengan kerja sama tersebut, kedepannya pesawat N219 akan dikembangkan dengan desain khusus sebagai pesawat pengawas maritim atau MSA. Mission system dari Infoglobal yang sebelumnya telah terpasang di pesawat NC212 Patroli Maritim (Patmar) TNI AL kemudian akan dikembangkan lebih lanjut untuk digunakan di pesawat N219 MSA yang diproduksi PTDI.

Infoglobal merupakan perusahaan yang bergerak di bidang avionik pesawat tempur atau militer, pengolahan data radar, sistem kontrol senjata dan perangkat lunak aplikasi pertahanan.

Direktur Niaga Teknologi dan Pengembangan PTDI, Gita Amperiawan menjelaskan, tujuan besar dari MoU ini tentunya adalah mengkolaborasikan dua industri nasional. Kolaborasi itu dengan menyatukan kompetensi di bidang pesawat terbang dalam hal ini PTDI dan kompetensi di bidang mission system dalam hal ini Infoglobal.

Kerja sama ini untuk menghasilkan suatu produk pesawat dengan kemampuan mission system surveillance yang bisa dimanfaatkan oleh bangsa ini.

"Ini merupakan bagian daripada bagaimana produk PTDI, pesawat N219 dapat masuk ke market dengan berbagai macam varian, yang sebelumnya kita ketahui bersama bahwa N219 bisa untuk passenger, medevac, cargo, dengan kolaborasi ini N219 kedepannya bisa untuk misi MSA, baik untuk military maupun komersial juga."

"Nanti tentunya Feasibility Study (FS) akan dibuat berdasarkan kebutuhan. Kami optimis dari FS tersebut kami cukup prospektif,” katanya dalam keterangan resminya.

Baca juga: Foto-foto Kesetiaan Rumini, Pelukan Jelang Ajal Menjemput saat Gunung Semeru Meletus

Mission system dari Infoglobal merupakan produk hasil karya anak bangsa, yang memiliki berbagai fitur untuk memperkuat kemampuan pesawat N219 dalam melakukan pengawasan wilayah maritim.

Di antaranya adalah fitur deteksi dan identifikasi target kapal, kemampuan dalam menghitung posisi, kecepatan dan heading target yang dinamis yang kemudian dapat menampilkan rute SAR dan mengirim hasil surveillance ke KRI atau ground station terdekat, sehingga misi surveillance pada pesawat N219 dapat dilakukan secara efektif.



Pengembangan konfigurasi MSA pada pesawat N219 ini kedepannya diharapkan dapat mendorong PTDI dalam pemenuhan kebutuhan pasar MSA, terutama untuk kebutuhan di dalam negeri.

“Harapannya kedepan bahwa TKDN juga semakin tinggi, didukung oleh industri-industri komponen di dalam negeri. Kami yakin dengan kerja sama ini akan memulai babak baru yang lebih realistis untuk membuat pesawat yang semakin banyak komponen dalam negerinya. Target pasar pertama adalah dalam negeri dulu, nantinya setelah ini sudah banyak bisa kita jual ke luar negeri,” kata Adi Sasongko.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siap Kolaborasi Lintas...
Siap Kolaborasi Lintas Sektor, Perdokmil Jatim Resmi Dilantik di Kapal Perang
Rayakan 50 Ribu Penumpang,...
Rayakan 50 Ribu Penumpang, FlyJaya Buka Rute Morowali dan Tambah 3 Armada ATR 72
Pesawat Smart Air Ditembaki...
Pesawat Smart Air Ditembaki di Papua, 13 Penumpang termasuk 1 Balita Selamat
Kronologi Penembakan...
Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Papua yang Tewaskan 2 Pilot
Breaking News! Pesawat...
Breaking News! Pesawat Smart Air Ditembak di Bandara Koroway Batu Papua, 2 Pilot Dikabarkan Tewas
Soal Korban Pesawat...
Soal Korban Pesawat ATR Jatuh di Sulsel, Kepala Basarnas Berharap Ada Mukjizat
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
Rekomendasi
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
BGN Evaluasi Insentif...
BGN Evaluasi Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari
BAIC Pasang Strategi...
BAIC Pasang Strategi Agresif di Indonesia, DP 10%, Potongan Rp50 Juta
Berita Terkini
Nabung Emas di BRImo...
Nabung Emas di BRImo Kini Otomatis Lewat Fitur Toggle, Modal Mulai Rp10 Ribu!
Sempat Memanas, Mahasiswa...
Sempat Memanas, Mahasiswa yang Demo di Jalan Jenderal Sudirman Akhirnya Membubarkan Diri
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan...
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan Bubarkan Diri, Polisi Bersihkan Sampah di Depan Gedung DPR
15 Mahasiswa Diterima...
15 Mahasiswa Diterima di Istana Wapres Gibran usai Demo di Jalan Medan Merdeka
Sahroni Apresiasi Polisi...
Sahroni Apresiasi Polisi Ringkus Pelaku Penculikan Lansia di PIK: Tangkap Apa Pun Motifnya!
Demo Mahasiswa Belum...
Demo Mahasiswa Belum Kelar, Arus Lalu Lintas di Jalan Jenderal Sudirman Tersendat
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved