Potensi Erupsi Semeru Masih Ada, Warga Diminta Jauhi Area Terdampak
Senin, 06 Desember 2021 - 17:51 WIB
loading...
Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat Gunung Semeru kembali mengeluarkan awan panas dengan jarak luncur sejauh 2,5 kilometer dan mengarah ke Besuk Kobokan.Foto/ANTARA
A
A
A
BANDUNG - Masyarakat diminta menjauhi area terdampak awan panas dan banjir lahar di sekitar Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur, menyusul masih ada potensi erupsi berupa guguran awan panas dan banjir lahar.
Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Andiani mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum menurunkan atau menaikkan status Gunung Semeru, masih tetap pada level 2 atau waspada.
Baca juga: Gasak Uang Rp400 Juta, Kawanan Perampok Bank di Karawang Tertangkap
"Level masih tetap sama, waspada. Selama pengamatan 12 jam, kami mencatat masih ada erupsi pada pagi tadi. Walaupun erupsi yang terjadi hari ini menunjukkan terjadinya jarak luncur guguran awan panas antara 2,5 hingga 4 km," kata Andiani, Senin (6/12/2021).
Menurut dia, potensi terjadinya erupsi berupa guguran awan panas masih mungkin terjadi. Namun pihaknya belum bisa memprediksi kapan akan terjadi. Pihaknya hanya bisa melakukan pengamatan terhadap kejadian gempa vulkanik yang biasanya menjadi indikasi adanya aktivitas magma.
Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Andiani mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum menurunkan atau menaikkan status Gunung Semeru, masih tetap pada level 2 atau waspada.
Baca juga: Gasak Uang Rp400 Juta, Kawanan Perampok Bank di Karawang Tertangkap
"Level masih tetap sama, waspada. Selama pengamatan 12 jam, kami mencatat masih ada erupsi pada pagi tadi. Walaupun erupsi yang terjadi hari ini menunjukkan terjadinya jarak luncur guguran awan panas antara 2,5 hingga 4 km," kata Andiani, Senin (6/12/2021).
Menurut dia, potensi terjadinya erupsi berupa guguran awan panas masih mungkin terjadi. Namun pihaknya belum bisa memprediksi kapan akan terjadi. Pihaknya hanya bisa melakukan pengamatan terhadap kejadian gempa vulkanik yang biasanya menjadi indikasi adanya aktivitas magma.
Lihat Juga :