Zona Bahaya Lewotobi Laki-Laki Diperluas, Pos Pengungsian Tambahan Disiapkan
Minggu, 10 November 2024 - 15:35 WIB
loading...
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali membuka beberapa titik lokasi pengungsian. Foto/Istimewa
A
A
A
FLORES TIMUR - Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan rekomendasi zona bahaya Gunung Lewotobi Laki-Laki menjadi 9 kilometer. Pasalnya, hingga saat ini aktivitas vulkanik Gunung masih signifikan.
Perubahan zona rekomendasi yang sebelumnya radius 8 kilometer untuk sektoral barat daya hingga barat laut menjadi 9 kilometer ini berlaku sejak Sabtu (9/11/2024) pagi.
Masyarakat atau pengunjung tetap tidak diperbolehkan melakukan aktivitas apa pun dalam radius 7 kilometer dari puncak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki dan radius 9 kilometer untuk sektoral barat daya – barat laut.
Melihat aktivitas dan juga cakupan radius zona bahaya bertambah luas, pemerintah dalam hal ini di bawah kendali Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali membuka beberapa titik lokasi pengungsian.
Baca juga: Erupsi Dahsyat Gunung Lewotobi Laki-laki, Hujan Batu dan Pasir, Kondisi Gelap Gulita
"Ini dilakukan karena titik-titik lokasi pengungsian yang terletak di Kabupaten Flores Timur sudah tidak cukup menampung pengungsi yang terus bertambah," ujar Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat BNPB Agus Riyanto dalam keterangan resminya, Minggu (10/11/2024).
Agus mengatakan satu tempat pengungsian terbaru yang sudah mulai menampung masyarakat yang menungsi sejak kemarin sore adalah SDK Eputobi yang berada di Kecamatan Titehena. Rencananya jika pengungsi masih terus bertambah, akan kembali disiapkan titik-titik pengungsian lainnya.
Sementara, dari catatan PVMBG, Gunung Lewotobi Laki-Laki beberapa kali mengalami erupsi eksplosif besar dalam dua hari terakhir, yaitu Jumat 8 November 2024 terjadi rentetan erupsi.
Diawali dengan erupsi pada pukul 01:25 WITA dengan tinggi kolom erupsi sekitar 5000 meter dari atas kawah Gunung Lewotobi Laki-Laki dan diikuti dengan awan panas sejauh 3.000 meter ke arah timur laut.
Perubahan zona rekomendasi yang sebelumnya radius 8 kilometer untuk sektoral barat daya hingga barat laut menjadi 9 kilometer ini berlaku sejak Sabtu (9/11/2024) pagi.
Masyarakat atau pengunjung tetap tidak diperbolehkan melakukan aktivitas apa pun dalam radius 7 kilometer dari puncak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki dan radius 9 kilometer untuk sektoral barat daya – barat laut.

Melihat aktivitas dan juga cakupan radius zona bahaya bertambah luas, pemerintah dalam hal ini di bawah kendali Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali membuka beberapa titik lokasi pengungsian.

Baca juga: Erupsi Dahsyat Gunung Lewotobi Laki-laki, Hujan Batu dan Pasir, Kondisi Gelap Gulita
"Ini dilakukan karena titik-titik lokasi pengungsian yang terletak di Kabupaten Flores Timur sudah tidak cukup menampung pengungsi yang terus bertambah," ujar Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat BNPB Agus Riyanto dalam keterangan resminya, Minggu (10/11/2024).
Agus mengatakan satu tempat pengungsian terbaru yang sudah mulai menampung masyarakat yang menungsi sejak kemarin sore adalah SDK Eputobi yang berada di Kecamatan Titehena. Rencananya jika pengungsi masih terus bertambah, akan kembali disiapkan titik-titik pengungsian lainnya.
Sementara, dari catatan PVMBG, Gunung Lewotobi Laki-Laki beberapa kali mengalami erupsi eksplosif besar dalam dua hari terakhir, yaitu Jumat 8 November 2024 terjadi rentetan erupsi.
Diawali dengan erupsi pada pukul 01:25 WITA dengan tinggi kolom erupsi sekitar 5000 meter dari atas kawah Gunung Lewotobi Laki-Laki dan diikuti dengan awan panas sejauh 3.000 meter ke arah timur laut.
Lihat Juga :