Kesulitan Tracing WNA, PPKM Kota Tangerang Naik Level 2
Rabu, 01 Desember 2021 - 16:04 WIB
loading...
A
A
A
Arief meminta agar data WNA yang dinyatakan positif Covid-19 saat melakukan karantina di hotel di wilayah Kota Tangerang, dipisahkan dari data sebaran kasus Covid-19 di Kota Tangerang. Hal ini yag kemudian menyulitkan tracing terhadap WNA tersebut.
Baca juga: Jakarta Jadi PPKM Level 2, Wagub: Harus Bijak Taati Protokol Kesehatan
"Maksudnya begini, para WNA itu di PCR di bandara, lalu di karantina di wilayah Kota Tangerang, kemudian hasilnya positif, padahal dia tertularnya di luar negeri. Terus gimana kami tracingnya? Makanya kami minta dibedakan datanya, jangan disamakan dengan angka penularan biasa di Kota Tangerang," tutur Arief.
Adanya hal ini kemudian membuat catatan angka tracing di wilayah Kota Tangerang menurun. Dalam aturan yang berlaku, apabila ditemukan satu kasus baru maka 14 orang yang melakukan kontak erat dengan pasien harus ditracing.
"Inilah yang membuat angka tracing di Kota Tangerang rendah, ya karena memang tidak bisa," pungkas Arief.
Baca juga: Jakarta Jadi PPKM Level 2, Wagub: Harus Bijak Taati Protokol Kesehatan
"Maksudnya begini, para WNA itu di PCR di bandara, lalu di karantina di wilayah Kota Tangerang, kemudian hasilnya positif, padahal dia tertularnya di luar negeri. Terus gimana kami tracingnya? Makanya kami minta dibedakan datanya, jangan disamakan dengan angka penularan biasa di Kota Tangerang," tutur Arief.
Adanya hal ini kemudian membuat catatan angka tracing di wilayah Kota Tangerang menurun. Dalam aturan yang berlaku, apabila ditemukan satu kasus baru maka 14 orang yang melakukan kontak erat dengan pasien harus ditracing.
"Inilah yang membuat angka tracing di Kota Tangerang rendah, ya karena memang tidak bisa," pungkas Arief.
(thm)
Lihat Juga :