Isak Tangis Iringi Pemakaman Korban Heli MI-17 Kapten CPn Yulius Hendro di Cirebon
Minggu, 07 Juni 2020 - 14:56 WIB
loading...
A
A
A
Komandan Pusat Pendidikan Penerbang TNI Angkatan Darat (Danpusdik Penerbad) Kolonel CPn M Masrukin mengatakan, almarhum Kapten CPn Yulius Hendro merupakan flight enginner helikopter MI-17. (BACA JUGA: Heli Mi-17 Puspenerbad Jatuh, Duka Selimuti Keluarga Kapten Yulius Hendro )
Almarhum Kapten CPn Yulius Hendro, kata Masrukin, gugur saat melaksanakan tugas mengikuti latihan terbang pendidikan dalam rangka mendukung siswa penerbang TNI AD. (BACA JUGA: Helikopter MI-17 Jatuh di Kendal, DPR Minta Investigasi Menyeluruh )
"Saat kejadian, take off dari Semarang sekitar pukul 12.30 WIB. Kami menerima berita (helikopter MI-17 jatuh) sekitar pukul 13.40 WIB. Kami sangat terpukul dengan kejadian ini," kata Masrukin.
Sementara itu, keluarga mengemukakan, almarhum Kapten Yulius Hendro pada Mei 2020 lalu, sempat mengabarkan akan pulang ke Cirebon pada Desember mendatang untuk bertemu keluarga dan ingin foto bersama. Pihak keluarga tidak menyangka itu merupakan firasat, Yulius akan pulang untuk selama-lamanya.
Di mata keluarga, Kapten CPn Yulius Hendro dikenal sebagai pria yang baik. Selain itu korban meninggalkan satu istri dan dua anak, masing-masing berusia 8 tahun dan lima tahun.
Almarhum Kapten CPn Yulius Hendro, kata Masrukin, gugur saat melaksanakan tugas mengikuti latihan terbang pendidikan dalam rangka mendukung siswa penerbang TNI AD. (BACA JUGA: Helikopter MI-17 Jatuh di Kendal, DPR Minta Investigasi Menyeluruh )
"Saat kejadian, take off dari Semarang sekitar pukul 12.30 WIB. Kami menerima berita (helikopter MI-17 jatuh) sekitar pukul 13.40 WIB. Kami sangat terpukul dengan kejadian ini," kata Masrukin.
Sementara itu, keluarga mengemukakan, almarhum Kapten Yulius Hendro pada Mei 2020 lalu, sempat mengabarkan akan pulang ke Cirebon pada Desember mendatang untuk bertemu keluarga dan ingin foto bersama. Pihak keluarga tidak menyangka itu merupakan firasat, Yulius akan pulang untuk selama-lamanya.
Di mata keluarga, Kapten CPn Yulius Hendro dikenal sebagai pria yang baik. Selain itu korban meninggalkan satu istri dan dua anak, masing-masing berusia 8 tahun dan lima tahun.
Lihat Juga :