Wali Kota Madiun: Covid-19 Kita Rem, Ekonomi Kita Gas
Senin, 29 November 2021 - 12:32 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Maidi, hal ini menjadi modal kuat untuk pemulihan ekonomi pada tahun depan. Kota Madiun dirancang menjadi kota wisata yang ramah lingkungan di Jawa Timur bagian barat. Karena tidak memiliki wisata alam, Kota Madiun mengambil daya tarik ikon-ikon kota dunia. Tidak ada orang yang tidak ingin pergi ke Mekkah dan Madinah.
"Tidak ada orang yang tidak ingin pergi ke Singapura, Perancis dan Inggris. ”Karena itu kita buatkan Menara Eiffel, Menara jam London, Kincir Angin di Belanda. Tujuannya agar orang tidak pergi ke luar negeri. Cukup pergi ke Kota Madiun. Tanpa paspor. Bisa beli suvenirnya sesuai negara atau ikon kota dunia,” katanya.
Konsep Wali Kota Maidi menyasar wisatawan keluarga dengan memadukan tiga M, yakni Mekkah, Madinah dan Madiun. Dia menyontohkan. Jalan Jawa yang menjadi satu kawasan Jalan Pahlawan, telah dibangun area parkir mirip tenda masjid Nabawi di Madinah dengan kapasitas 15 bus.
"Ke depan, anak-anak TK yang ingin latihan manasik haji tidak usah pergi jauh-jauh. Mereka bisa datang ke Kota Madiun. Busnya diparkir di Jalan Jawa kemudian berjalan untuk thawaf di miniatur Kakbah di Jalan Pahlawan. Jarak antara Jalan Jawa dengan Jalan Pahlawan ini sekitar 200 meter. ” tutur Maidi.
Anak-anak yang pasti datang bersama orangtua mereka itu diarahkan untuk belanja guna mendatangkan pendapatan ke Kota Madiun. Rute dari area parkir menuju ke Taman Sumber Wangi ini melintasi kawasan kantor Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) I Madiun di Jalan Pahlawan. Pedestrian di kawasan ini juga disulap agar bisa menjadi lokasi display bagi UMKM.
”Kita menyediakan windows display. Silakan UMKM dari Magetan ke Ponorogo. Kita sediakan tempatnya, tidak bayar,” katanya.
"Tidak ada orang yang tidak ingin pergi ke Singapura, Perancis dan Inggris. ”Karena itu kita buatkan Menara Eiffel, Menara jam London, Kincir Angin di Belanda. Tujuannya agar orang tidak pergi ke luar negeri. Cukup pergi ke Kota Madiun. Tanpa paspor. Bisa beli suvenirnya sesuai negara atau ikon kota dunia,” katanya.
Konsep Wali Kota Maidi menyasar wisatawan keluarga dengan memadukan tiga M, yakni Mekkah, Madinah dan Madiun. Dia menyontohkan. Jalan Jawa yang menjadi satu kawasan Jalan Pahlawan, telah dibangun area parkir mirip tenda masjid Nabawi di Madinah dengan kapasitas 15 bus.
"Ke depan, anak-anak TK yang ingin latihan manasik haji tidak usah pergi jauh-jauh. Mereka bisa datang ke Kota Madiun. Busnya diparkir di Jalan Jawa kemudian berjalan untuk thawaf di miniatur Kakbah di Jalan Pahlawan. Jarak antara Jalan Jawa dengan Jalan Pahlawan ini sekitar 200 meter. ” tutur Maidi.
Anak-anak yang pasti datang bersama orangtua mereka itu diarahkan untuk belanja guna mendatangkan pendapatan ke Kota Madiun. Rute dari area parkir menuju ke Taman Sumber Wangi ini melintasi kawasan kantor Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) I Madiun di Jalan Pahlawan. Pedestrian di kawasan ini juga disulap agar bisa menjadi lokasi display bagi UMKM.
”Kita menyediakan windows display. Silakan UMKM dari Magetan ke Ponorogo. Kita sediakan tempatnya, tidak bayar,” katanya.
Lihat Juga :