alexametrics

Pandemi COVID-19, Desa Lembang Mampu Pertahankan Zero Kasus

loading...
Pandemi COVID-19, Desa Lembang Mampu Pertahankan Zero Kasus
Kepala Desa Lembang dan Relawan Desa Lawan COVID-19 saat menerima sumbangan APD dari donatur. SINDOnews/Adi Haryanto
A+ A-
BANDUNG BARAT - Klaster Lembangdikenal menjadi salah satu kemunculan persebaran virus Corona atau COVID-19 di Jawa Barat. Namun, selama tiga bulan pandemi COVID-19, warga di Desa Lembang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), tidak ada satupun yang terpapar virus Corona.

Kepala Desa Lembang, Yono Maryono mengatakan, lebih dari 3.000 kepala keluarga (KK) yang ada di wilayahnya sampai sekarang tidak ada yang terpapar COVID-19. Padahal diakuinya diawal kemunculan COVID-19 apalagi sumbernya dari klaster Lembang, sempat membuat warganya ketar-ketir.

Untuk itu diambil langkah antisipasi dengan membentuk Relawan Desa Lawan COVID-19 (RDLC) yang terdiri dari berbagai elemen.(Baca juga; Update Corona Jabar: Positif 2.376 Kasus, Pasien Sembuh Tercatat 779 Orang)



"Adanya RDLC Desa Lembang ini membuat kami setiap harinya terus bergerak memberikan edukasi, imbauan, dan melakukan penyemprotan lingkungan warga dengan disinfektan. Alhamdulilah hingga kini semua warga kami termasuk anak-anak dan balita tidak ada yang terpapar wabah ini," ucapnya kepada SINDOnews, Sabtu (6/6/2020).

Yono menyebutkan, hingga saat ini sebanyak 16 RW di Desa Lembang telah disemprot disinfektan sebanyak tiga kali balikan. Penyemprotan terus dilakukan secara mobile setiap hari oleh para relawan yang hanya libur di hari Jumat. Selebihnya relawan yang berjumlah lebih dari 50 orang itu terus melakukan penyemprotan bahkan hingga ke desa tetangga. Mereka bergerak secara ikhlas tanpa dibayar dengan fasilitas bantuan dari para donatur seperti APD, masker, sarung tangan, disinfektan, dll.

"Banyak yang membantu seperti dari PMI, Bupati Aa Umbara, anggota DPRD Jabar Bu Elin, dan masyarakat umum, jadi kami manfaatkan. Paling boros APD yang sekali pakai buang, makanya kalau ada yang nyumbang pasti diterima. Terus kalau disinfektan, mungkin udah ribuan liter yang kami habiskan untuk menyemprot lingkungan warga," tuturnya.

Salah seorang anggota RDLC-19, Yuyud Yudianto mengaku, dirinya beserta aparat desa memiliki tanggung jawab dalam menjaga keselamatan warga. Kalau ada satu temuan kasus maka akan membuat repot semua pihak, sehingga lebih baik menjaga daripada harus mengobati.

"Masyarakat juga antusias kalau lingkungan mereka disemprot disinfektan. Bagi kami (relawan) kalau masyarakat sehat seneng, dan itu kebahagiaan yang tidak bisa diukur dengan materi," kata warga Desa Jayagiri ini. (Baca juga; Jepang Targetkan Vaksinasi COVID-19 Mulai Dilakukan 2021)

Sementara anggota DPRD Jabar Fraksi PDIP, Elin Suharliah menuturkan, sebagai wakil rakyat yang dipilih dari KBB dirinya berkewajiban membantu masyarakat, terlebih di masa pandemi COVID-19 seperti ini. Beberapa yang sudah disumbangkan di antaranya paket sembako, APD, masker, sarung tangan, dan disinfektan, salah satunya ke Desa Lembang. Semua itu disebarkan melalui relawan, struktur partai, yayasan, hingga pengurus pondok pesantren.

"Semoga saja meski tidak banyak, bantuan itu bisa membantu warga dan petugas di lapangan yang harus tetap bekerja di tengah pandemi. Ini juga sebagai salah satu implementasi Pancasila dalam rangka peringatan Harlah Bung Karno yang jatuh hari ini," kata Elin yang juga tercatat sebagai warga Lembang.
(wib)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak