Tentukan Waktu yang Tepat Memberi Makan Telur pada Anak
Sabtu, 06 Juni 2020 - 19:14 WIB
loading...
A
A
A
Bagaimana cara mengetahui kapan bayi Anda siap makan telur? Jika bayi Anda siap untuk makan makanan padat, dia siap untuk telur juga. Ketika bayi Anda bisa duduk di kursi tinggi dan dapat mengangkat kepala, sekarang saatnya untuk makanan padat.
Menurut American Academy of Pediatrics, Anda harus memperkenalkan satu makanan baru pada bayi Anda dan menunggu dua-tiga hari sebelum memperkenalkan makanan baru. Dalam dua-tiga hari ini, Anda bisa menunggu dan menyaksikan alergi. Kebanyakan orang tua mulai dengan sereal, kemudian menghaluskan buah dan sayuran dan protein (telur).
Seperti diketahui, telur penuh dengan protein, zat besi dan kolin, sehingga menjadi tambahan yang sehat untuk makanan bayi Anda. Pastikan untuk memasak telur dengan benar untuk mencegah Salmonella dan penyakit bawaan makanan lainnya. Yang terbaik adalah merebus telur dan kemudian hancurkan. Anda dapat menambahkan telur tumbuk ke ASI atau susu formula bayi.
Saat Anda memperkenalkan telur kepada anak-anak, perhatikan gejala-gejala dan reaksi yang ditimbulkan untuk mengetahui apakah dia alergi. Reaksi terjadi dalam waktu singkat setelah makan atau bahkan menyentuh telur.
Reaksi tersebut, seperti pembengkakan, ruam, gatal-gatal dan eksim, kesulitan dalam bernafas, hidung bersin dan beringus, mata merah dan berair, mmuntah, mual, sakit perut atau diare. Beberapa vaksin juga mengandung telur, yang dapat menyebabkan alergi, seperti suntikan flu. Bicaralah dengan dokter anak Anda jika Anda memiliki riwayat alergi keluarga.
Menurut American Academy of Pediatrics, Anda harus memperkenalkan satu makanan baru pada bayi Anda dan menunggu dua-tiga hari sebelum memperkenalkan makanan baru. Dalam dua-tiga hari ini, Anda bisa menunggu dan menyaksikan alergi. Kebanyakan orang tua mulai dengan sereal, kemudian menghaluskan buah dan sayuran dan protein (telur).
Seperti diketahui, telur penuh dengan protein, zat besi dan kolin, sehingga menjadi tambahan yang sehat untuk makanan bayi Anda. Pastikan untuk memasak telur dengan benar untuk mencegah Salmonella dan penyakit bawaan makanan lainnya. Yang terbaik adalah merebus telur dan kemudian hancurkan. Anda dapat menambahkan telur tumbuk ke ASI atau susu formula bayi.
Saat Anda memperkenalkan telur kepada anak-anak, perhatikan gejala-gejala dan reaksi yang ditimbulkan untuk mengetahui apakah dia alergi. Reaksi terjadi dalam waktu singkat setelah makan atau bahkan menyentuh telur.
Reaksi tersebut, seperti pembengkakan, ruam, gatal-gatal dan eksim, kesulitan dalam bernafas, hidung bersin dan beringus, mata merah dan berair, mmuntah, mual, sakit perut atau diare. Beberapa vaksin juga mengandung telur, yang dapat menyebabkan alergi, seperti suntikan flu. Bicaralah dengan dokter anak Anda jika Anda memiliki riwayat alergi keluarga.
(don)
Lihat Juga :