Muncul Kasus COVID-19, PTM Tujuh Sekolah SD dan SMP di Cimahi Distop
Rabu, 24 November 2021 - 03:11 WIB
loading...
Aktivitas pembelajaran tatap muka (PTM) di tujuh sekolah SD dan SMP yang ada di Kota Cimahi distop sementara karena ada guru dan siswa positif COVID-19. (Ist)
A
A
A
CIMAHI - Aktivitas pembelajaran tatap muka (PTM) di tujuh sekolah SD dan SMP yang ada di Kota Cimahi distop sementara selama 14 hari. Penyebabnya karena berdasarkan hasil swab test PCR secara acak kepada guru dan siswa di sekolah itu ditemukan ada yang terkonfirmasi positif.
"Sesuai aturan yang disepakati diawal sebelum PTM digelar, ketika ada kasus positif COVID-19 muncul di sekolah maka kegiatan PTM di sekolah tersebut harus dihentikan sementara," terang Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi, Harjono, Selasa (23/11/2021).
Harjono menyebutkan dari tujuh sekolah yang PTM-nya dihentikan itu terdiri dari 2 SD dan 5 SMP negeri maupun swasta. Sedangkan total yang terkonfirmasi positif COVID-19 dari hasil swab test PCR secara acak di tujuh sekolah tersebut ada sebanyak delapan, rinciannya tiga siswa dan lima guru.
Jika melihat sampel yang dites maka jumlah positif tersebut relatif sedikit, kendati begitu langkah pengamanan tetap dilakukan. Yakni dengan menghentikan PTM sementara untuk menghindari penularan COVID-19 yang lebih banyak. Melakukan traking kontak erat dan melakukan sterilisasi ruangan yang selama ini dipakai PTM.
"Kemarin kan hasil swab test PCR yang dilakukan secara acak baru dilakukan terhadap 717 siswa, dimana di wilayah utara dan tengah ditemukan 8 guru dan siswa yang positif COVID-19," sebutnya. Baca: 360 Sekuriti Bandara Ngurah Rai Terancam Diputus Kontrak Gegara Tato dan Tindik.
"Sesuai aturan yang disepakati diawal sebelum PTM digelar, ketika ada kasus positif COVID-19 muncul di sekolah maka kegiatan PTM di sekolah tersebut harus dihentikan sementara," terang Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi, Harjono, Selasa (23/11/2021).
Harjono menyebutkan dari tujuh sekolah yang PTM-nya dihentikan itu terdiri dari 2 SD dan 5 SMP negeri maupun swasta. Sedangkan total yang terkonfirmasi positif COVID-19 dari hasil swab test PCR secara acak di tujuh sekolah tersebut ada sebanyak delapan, rinciannya tiga siswa dan lima guru.
Jika melihat sampel yang dites maka jumlah positif tersebut relatif sedikit, kendati begitu langkah pengamanan tetap dilakukan. Yakni dengan menghentikan PTM sementara untuk menghindari penularan COVID-19 yang lebih banyak. Melakukan traking kontak erat dan melakukan sterilisasi ruangan yang selama ini dipakai PTM.
"Kemarin kan hasil swab test PCR yang dilakukan secara acak baru dilakukan terhadap 717 siswa, dimana di wilayah utara dan tengah ditemukan 8 guru dan siswa yang positif COVID-19," sebutnya. Baca: 360 Sekuriti Bandara Ngurah Rai Terancam Diputus Kontrak Gegara Tato dan Tindik.
Lihat Juga :