Kerajaan Majapahit dan Rentetan Bencana Alam yang Memicu Kehancurannya

Minggu, 21 November 2021 - 05:00 WIB
loading...
A A A
Letusan gunung pada 1343 Saka (1421 M) diikuti kekurangan pangan pasa 1348 Saka (1426 M). Gempa bumi (palindu) terjadi pada 1372 Saka (1450 M) sebelum gunung meletus pada 1373 Saka (1451 M).



Strategi Majapahit Antisipasi Letusan Gunung Berapi

Lingkungan alam di Kerajaan Majapahit memberikan dukungan terhadap kemajuan. Namun juga menyimpan bahaya berupa bencana alam, yaitu bencana banjir dan letusan gunung berapi.

Masyarakat Majapahit rupanya memahami betul ancaman tersebut dan mengantisipasinya dengan pembangunan waduk-waduk. Demikian dikutip dari buku "Majapahit, Batas Kota dan Jejak Kejayaan di Luar Kota", editor Prof Dr Inajati Adrisijanti yang diterbitkan Kepel Press, 2014.

Berdasarkan fungsinya, waduk-waduk yang ada di situs Trowulan dikelompokkan menjadi dua, yaitu kelompok barat laut dan kelompok timur. Waduk-waduk yang ada di kelompok barat laut berfungsi sebagai jalur transportasi air, sebagai contoh adalah waduk Temon.

Terdapat dua kanal kuno yang bermuara di sungai Temon dari arah barat. Dalam prasasti Canggu juga disebutkan bahwa tempat penyeberangan kali pertama adalah Temon, sehingga dugaan bahwa waduk Temon sebagai terminal air cukup beralasan. Adapun kelompok kedua adalah kelompok timur.

Waduk-waduk yang ada di kelompok timur mempunyai fungsi sebagai penyeimbang debit air, sehingga pada musim hujan tidak terjadi banjir, dan pada musim kemarau tidak terjadi kekeringan.

Tulisan diolah dari berbagai sumber:
-Historia.id
-e-Jurnal Sani Safitri "Telaah Geomorfologi Kerajaan Majapahit"
-Buku "Majapahit, Batas Kota dan Jejak Kejayaan di Luar Kota"
-Okezone.com
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Latih Desa Binaan Hadapi...
Latih Desa Binaan Hadapi Bencana, Astra Gandeng BNPB Gelar Pelatihan Tanggap Darurat
Gempa Magnitudo 4,7...
Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Polewali Mandar Pagi Ini, Dirasakan hingga Makassar
Gerakan Solidaritas...
Gerakan Solidaritas BEM UI untuk Bencana Aceh
Gempa M6,2 Guncang Pulau...
Gempa M6,2 Guncang Pulau Doi Maluku Utara, Begini Analisa BMKG
Gempa M6,2 Guncang Pulau...
Gempa M6,2 Guncang Pulau Doi Maluku, BMKG: Waspada Gempa Susulan
Unpad, UB, dan UT Bantu...
Unpad, UB, dan UT Bantu Pelaku UMK Terdampak Bencana di Sumut lewat Program PMKI 2026
BNPB Sebut Karhutla...
BNPB Sebut Karhutla Dominasi Bencana di Tanah Air pada Akhir Pekan Ini
Aliansi Kebangsaan Serukan...
Aliansi Kebangsaan Serukan Indonesia Berdamai dengan Alam Hadapi Krisis Iklim
25 Wilayah Indonesia...
25 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Mindanao Filipina
Rekomendasi
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Prabowonomics Jadi Tema...
Prabowonomics Jadi Tema Harlah ke-28 PKB, Cak Imin Beri Penjelasan
Kenyamanan Menginap...
Kenyamanan Menginap di Berbagai Pilihan Hotel yang Favorit
Berita Terkini
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
Bea Cukai Bali Nusra...
Bea Cukai Bali Nusra Musnahkan Barang Ilegal Senilai Lebih dari Rp11,2 Miliar
Infografis
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved