Operasi Zebra Dimulai, Polres Maros Lakukan Penindakan Secara Humanis
Senin, 15 November 2021 - 18:15 WIB
loading...
Apel gelar pasukan Operasi Zebra 2021 di Mapolres Maros, Senin (15/11). Foto: SINDOnews/Najmi Limonu
A
A
A
MAROS - Operasi Zebra 2021 serentak mulai digelar hari ini, hingga 28 November mendatang. Di Kabupaten Maros, pelaksanaan operasi ini ditandai dengan apel gelar pasukan yang dipimpin langsung Kapolres Maros, AKBP Fatchur.
Kapolres mengatakan, Operasi Zebra 2021 bertujuan mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran berlalu lintas. Selain itu, operasi ini juga dimaksukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 dengan meningkatkan disiplin masyarakat dalam protokol kesehatan.
Baca juga:Hari Pertama Operasi Zebra Jaya, 3.577 Pengendara Ditilang
Kapolres berharap, operasi lalu lintas ini dapat membawa perubahan yang dampaknya dapat dirasakan langsung masyarakat, dalam rangka meningkatkan kepatuhan serta terciptanya perilaku berkendara sesuai protokol kesehatan.
"Pada Operasi Zebra tahun ini, Polres Maros melibatkan 55 personel yang terdiri dari tiga satgas yakni Satgas Preentif, Satgas Prefentif dan Satgas Ban Ops," terang Kapolres.
Sementara itu, Kabag Ops Polres Maros , Kompol Muh Jasardi mengatakan, ada beberapa jenis pelanggaran yang dijadikan sasaran operasi. Beberapa di antaranya adalah pelanggaran yang dapat menyebabkan fatalitas korban laka lantas.
Baca juga:Operasi Zebra Kreatif Humanis Polri Tuai Apresiasi
"Hal ini termasuk, pengendara motor yang tidak menggunakan helm standar, pengemudi yang tidak menggunakan safety belt, pengemudi atau pengendara yang melebihi batas kecepatan. Dan masih ada 5 item lainnya yang masuk dalam pelanggaran dan target Operasi Zebra kali ini," jelasnya.
Sementara untuk penanganan jenis pelanggarannya kata dia, dilakukan secara persuasif humanis dengan memberikan tindakan teguran kepada pelanggar.
Baca juga:Operasi Zebra 2020 Berakhir, Pelanggar Didominasi Pengendara Motor
"Selain tindakan teguran, juga dilaksanakan kegiatan sosialisasi dan edukasi secara masif kepada seluruh lapisan masyarakat tentang disiplin dalam berlalu lintas, penerapan protokol kesehatan yang ketat," imbuh Kabag Ops.
Jasardi berharap, operasi ini dapat menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas pada ruas jalan blackspot, trouble spot serta dapat meminimalisir fatalitas laka lantas yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
Kapolres mengatakan, Operasi Zebra 2021 bertujuan mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran berlalu lintas. Selain itu, operasi ini juga dimaksukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 dengan meningkatkan disiplin masyarakat dalam protokol kesehatan.
Baca juga:Hari Pertama Operasi Zebra Jaya, 3.577 Pengendara Ditilang
Kapolres berharap, operasi lalu lintas ini dapat membawa perubahan yang dampaknya dapat dirasakan langsung masyarakat, dalam rangka meningkatkan kepatuhan serta terciptanya perilaku berkendara sesuai protokol kesehatan.
"Pada Operasi Zebra tahun ini, Polres Maros melibatkan 55 personel yang terdiri dari tiga satgas yakni Satgas Preentif, Satgas Prefentif dan Satgas Ban Ops," terang Kapolres.
Sementara itu, Kabag Ops Polres Maros , Kompol Muh Jasardi mengatakan, ada beberapa jenis pelanggaran yang dijadikan sasaran operasi. Beberapa di antaranya adalah pelanggaran yang dapat menyebabkan fatalitas korban laka lantas.
Baca juga:Operasi Zebra Kreatif Humanis Polri Tuai Apresiasi
"Hal ini termasuk, pengendara motor yang tidak menggunakan helm standar, pengemudi yang tidak menggunakan safety belt, pengemudi atau pengendara yang melebihi batas kecepatan. Dan masih ada 5 item lainnya yang masuk dalam pelanggaran dan target Operasi Zebra kali ini," jelasnya.
Sementara untuk penanganan jenis pelanggarannya kata dia, dilakukan secara persuasif humanis dengan memberikan tindakan teguran kepada pelanggar.
Baca juga:Operasi Zebra 2020 Berakhir, Pelanggar Didominasi Pengendara Motor
"Selain tindakan teguran, juga dilaksanakan kegiatan sosialisasi dan edukasi secara masif kepada seluruh lapisan masyarakat tentang disiplin dalam berlalu lintas, penerapan protokol kesehatan yang ketat," imbuh Kabag Ops.
Jasardi berharap, operasi ini dapat menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas pada ruas jalan blackspot, trouble spot serta dapat meminimalisir fatalitas laka lantas yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
(luq)
Lihat Juga :