Pemerasan Bermodus Live Sex, 48 WNA China dan Vietnam Dicokok Polisi
Sabtu, 13 November 2021 - 17:07 WIB
loading...
A
A
A
Yusri menjelaskan setelah korban didapatkan semuanya mereka menggunakan peran masing-masing. Mereka menggunakan para WNA perempuan asal China untuk berkomunikasi. Para pelaku dengan memperlihatkan satu kegiatan seksual.
”Berkenalan dengan memaksakan buka baju, memancing korban dengan membuka baju. Para korban terpancing, kemudian melakukan pemerasan. Para korban di Cina tapi pelakunya di Indonesia,” jelasnya.
Dari hasil laporan korban asal China dan Taiwan sana korban melaporkan ke kepolisian kemudian kepolisian melakukan koordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk melakukan profiling dan penyelidikan.
Kemudian dilakukan koordinasi dengan imigrasi, kepolisian negara Taiwan untuk melakukan penyelidikan terhadap pelaku yang tertangkap saat ini. Dari keterangan awal, mereka sudah beroperasi selama tiga bulan terakhir sejak Agustus 2021 lalu. ”Para pelaku kedua negara China dan Vietnam tersebut, korbannya ada di Taiwan,” ungkapnya.
Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Auliansyah menyebutkan para pelaku di China memiliki aplikasi namanya Chinese Dating Aplikasi atau aplikasi mencari jodoh. ”Di aplikasi para korban berkenalan untuk mencari jodoh, setelah mendekat, mereka chating secara orang per orang. Dengan melakukan kegiatan seksual dari telepon,” katanya.
”Berkenalan dengan memaksakan buka baju, memancing korban dengan membuka baju. Para korban terpancing, kemudian melakukan pemerasan. Para korban di Cina tapi pelakunya di Indonesia,” jelasnya.
Dari hasil laporan korban asal China dan Taiwan sana korban melaporkan ke kepolisian kemudian kepolisian melakukan koordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk melakukan profiling dan penyelidikan.
Kemudian dilakukan koordinasi dengan imigrasi, kepolisian negara Taiwan untuk melakukan penyelidikan terhadap pelaku yang tertangkap saat ini. Dari keterangan awal, mereka sudah beroperasi selama tiga bulan terakhir sejak Agustus 2021 lalu. ”Para pelaku kedua negara China dan Vietnam tersebut, korbannya ada di Taiwan,” ungkapnya.
Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Auliansyah menyebutkan para pelaku di China memiliki aplikasi namanya Chinese Dating Aplikasi atau aplikasi mencari jodoh. ”Di aplikasi para korban berkenalan untuk mencari jodoh, setelah mendekat, mereka chating secara orang per orang. Dengan melakukan kegiatan seksual dari telepon,” katanya.
Lihat Juga :