Pemerasan Bermodus Live Sex, 48 WNA China dan Vietnam Dicokok Polisi
Sabtu, 13 November 2021 - 17:07 WIB
loading...
Pemerasan bermodus Live Sex, 48 WNA China dan Vietnam dicokok polisi. Foto : Carloy Roy Fajarta/MPI
A
A
A
JAKARTA - Polda Metro Jaya mengamankan 48 orang Warga Negara Asing (WNA) China dan Vietnam pada Jumat (12/11/2021) malam dari sejumlah lokasi di Jakarta. WNA ini terlibat dalam kejahatan pemerasan bermodus Live Sex.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Brigjen Pol Yusri Yunus mengatakan, 48 orang tersebut terlibat kejahatan lintas negara yang mana para tersangka adalah WNA keturunan China dan Taiwan.”Kita amankan di tiga lokasi di Jakarta,” katanya, Sabtu (13/11/2021).
Yang pertama pelaku ditangkap di Jalan Cengkeh Nomor 22 sebuah Ruko, kedua di Mangga Besar berupa ruko, dan ketiga ruko Jiu Jiu Zang di Komplek Mediterania Jakarta Barat. Modus operasi para tersangka menggunakan satu aplikasi Chinese.
Baca juga : Rela Live Sex demi Kejar Komisi, Wanita Muda Ini Peroleh Rp3,9 Juta Sebulan
Dimana para pelaku mencari secara random data korban kewarganegaraan China. Kemudian dicocokkan dengan satu aplikasi yang kemudian berganti dalam personal bentuknya chat Wechat atau Line. Para tersangka bisa mengirimkan namanya facing website.
Setelah korban teregistrasi, para pelaku mendapatkan kontak korban dan bisa komunikasi secara detail dan mendalam. "Korbannya kebanyakan WNA Chinak dan Taiwan, ini kasus kejahatan Telecom Votes, dimana mereka melakukan kegiatan penipuan melalui via aplikasi,” ucapnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Brigjen Pol Yusri Yunus mengatakan, 48 orang tersebut terlibat kejahatan lintas negara yang mana para tersangka adalah WNA keturunan China dan Taiwan.”Kita amankan di tiga lokasi di Jakarta,” katanya, Sabtu (13/11/2021).
Yang pertama pelaku ditangkap di Jalan Cengkeh Nomor 22 sebuah Ruko, kedua di Mangga Besar berupa ruko, dan ketiga ruko Jiu Jiu Zang di Komplek Mediterania Jakarta Barat. Modus operasi para tersangka menggunakan satu aplikasi Chinese.
Baca juga : Rela Live Sex demi Kejar Komisi, Wanita Muda Ini Peroleh Rp3,9 Juta Sebulan
Dimana para pelaku mencari secara random data korban kewarganegaraan China. Kemudian dicocokkan dengan satu aplikasi yang kemudian berganti dalam personal bentuknya chat Wechat atau Line. Para tersangka bisa mengirimkan namanya facing website.
Setelah korban teregistrasi, para pelaku mendapatkan kontak korban dan bisa komunikasi secara detail dan mendalam. "Korbannya kebanyakan WNA Chinak dan Taiwan, ini kasus kejahatan Telecom Votes, dimana mereka melakukan kegiatan penipuan melalui via aplikasi,” ucapnya.
Lihat Juga :