Penampakan Jembatan Gantung Penghubung Jabar-Jateng di Atas Sungai Cisanggarung
Jum'at, 12 November 2021 - 13:34 WIB
loading...
A
A
A
"Kita bekerja sama dengan DBMPR dan vertical rescue, jadi keamanan dan kekuatan jembatan ini sudah dihitung dengan jelas, menggunakan baja kokoh dan akan terus dipantau," jelasnya.
Baca juga: Kehebatan Mpu Nala Panglima Angkatan Laut Majapahit Penguasa Lautan yang Gentarkan Kekaisaran Mongol
Sebelum jembatan tersebut dibangun, lanjut Atalia, aktivitas masyarakat di kedua wilayah yang dihubungkan jembatan itu cukup terganggu karena kesulitan akses. Bahkan, mereka harus menggunakan perahu untuk menyeberang dan tak jarang harus berjalan kaki di atas sungai dengan risiko tersapu air.
"Selama ini, masyarakat ada kesulitan melakukan berbagai aktivitas ekonomi, pendidikan dan sosial, mereka harus menggunakan perahu untuk menyeberang dan ini bahaya," kata Atalia.
Menurutnya, jembatan ini sangat dinantikan kehadirannya oleh masyarakat. Selain dapat mendongkrak perekonomian warga, akses pendidikan warga juga menjadi lebih mudah. Pasalnya, tak sedikit warga Desa Limbangan Brebes yang bersekolah di wilayah Kalirahayu.
"Banyak anak sekolah yang tinggal di Jateng, tapi bersekolah di Jabar juga kesulitan. Bahkan, ketika cuaca hujan, debit air menjadi tinggi, maka mereka harus keliling mencari jembatan yang lokasinya sangat jauh, jadi mereka sangat menunggu kehadiran jembatan ini," terang istri Gubernur Jabar ini.
Atalia pun berharap, pembangunan jembatan tersebut menginspirasi insan Pramuka di wilayah lainnya untuk melakukan hal serupa sebagai wujud pengamalan Satya Darma Pramuka. Kwarda Jabar pun berencana akan kembali membangun jembatan gantung penghubung Jabar-Jateng.
Baca juga: Kehebatan Mpu Nala Panglima Angkatan Laut Majapahit Penguasa Lautan yang Gentarkan Kekaisaran Mongol
Sebelum jembatan tersebut dibangun, lanjut Atalia, aktivitas masyarakat di kedua wilayah yang dihubungkan jembatan itu cukup terganggu karena kesulitan akses. Bahkan, mereka harus menggunakan perahu untuk menyeberang dan tak jarang harus berjalan kaki di atas sungai dengan risiko tersapu air.
"Selama ini, masyarakat ada kesulitan melakukan berbagai aktivitas ekonomi, pendidikan dan sosial, mereka harus menggunakan perahu untuk menyeberang dan ini bahaya," kata Atalia.
Menurutnya, jembatan ini sangat dinantikan kehadirannya oleh masyarakat. Selain dapat mendongkrak perekonomian warga, akses pendidikan warga juga menjadi lebih mudah. Pasalnya, tak sedikit warga Desa Limbangan Brebes yang bersekolah di wilayah Kalirahayu.
"Banyak anak sekolah yang tinggal di Jateng, tapi bersekolah di Jabar juga kesulitan. Bahkan, ketika cuaca hujan, debit air menjadi tinggi, maka mereka harus keliling mencari jembatan yang lokasinya sangat jauh, jadi mereka sangat menunggu kehadiran jembatan ini," terang istri Gubernur Jabar ini.
Atalia pun berharap, pembangunan jembatan tersebut menginspirasi insan Pramuka di wilayah lainnya untuk melakukan hal serupa sebagai wujud pengamalan Satya Darma Pramuka. Kwarda Jabar pun berencana akan kembali membangun jembatan gantung penghubung Jabar-Jateng.
Lihat Juga :