Syahwat Terlarang La Pateddungi, Raja Wajo yang Gemar Gauli Istri dan Anak Gadis Rakyatnya
Rabu, 10 November 2021 - 07:02 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Aura Magis dan Rahasia Kecantikan Ken Dedes Pemikat Para Raja
Setelah Arung Saotanre melihat orang-orang Wajo berpindahan, dikumpulkannyalah yang masih ada. Setelah orang-orang Wajo berkumpul, berkata Arung Saotanre :
"Aku lihat engkau sekalian orang-orang Wajo sangat enggan mempertuan Batara Wajo La Pateddungi To Samanglangi. Tetapi aku telah memecatnya dari jabatan Arung. Barulah kelak aku mengangkatkan Arung untuk kalian, jikalau kalian mengiakan kataku".
Akibat perbuatan bejat sang raja, sebagian besar rakyatnya marah dan dendam, akan tetapi mereka tak berani melawan raja, merekapun kemudian melaporkan kelakuan buruk rajanya itu kepada Paman Sang Raja, berkali-kali pamannya menasehati keponakanya untuk sadar dan taubat, namun nasihat pamanya itu hanya didengar saja
Batara Wajo III tetap pada perbuatan buruknya, ia tetap melakukan perbuatan tak bermoralnya mengambil anak gadis maupun wanita-wanita bersuami untuk melampiaskan nafsunya.
Sementara pamannya sendiri sudah muak dengan kelakukan keponakanya, dan akhirnya Rakyat Wajo kemudian bersekutu dengan Paman Batara Wajo III untuk melakukan kudeta.
Bersama rakyat para Petinggi Kerajaan Wajo mengusir Batara Wajo III, Raja pun kemudian terusir, dan dalam perjalanan pengusiran tersebut Batara Wajo III kemudian dibunuh dengan cara kejam. (Sumber: Wikipedia.org/ buku karya Andi Zainal Abidin. Wajo Abad XV – XVII)
Setelah Arung Saotanre melihat orang-orang Wajo berpindahan, dikumpulkannyalah yang masih ada. Setelah orang-orang Wajo berkumpul, berkata Arung Saotanre :
"Aku lihat engkau sekalian orang-orang Wajo sangat enggan mempertuan Batara Wajo La Pateddungi To Samanglangi. Tetapi aku telah memecatnya dari jabatan Arung. Barulah kelak aku mengangkatkan Arung untuk kalian, jikalau kalian mengiakan kataku".
Akibat perbuatan bejat sang raja, sebagian besar rakyatnya marah dan dendam, akan tetapi mereka tak berani melawan raja, merekapun kemudian melaporkan kelakuan buruk rajanya itu kepada Paman Sang Raja, berkali-kali pamannya menasehati keponakanya untuk sadar dan taubat, namun nasihat pamanya itu hanya didengar saja
Batara Wajo III tetap pada perbuatan buruknya, ia tetap melakukan perbuatan tak bermoralnya mengambil anak gadis maupun wanita-wanita bersuami untuk melampiaskan nafsunya.
Sementara pamannya sendiri sudah muak dengan kelakukan keponakanya, dan akhirnya Rakyat Wajo kemudian bersekutu dengan Paman Batara Wajo III untuk melakukan kudeta.
Bersama rakyat para Petinggi Kerajaan Wajo mengusir Batara Wajo III, Raja pun kemudian terusir, dan dalam perjalanan pengusiran tersebut Batara Wajo III kemudian dibunuh dengan cara kejam. (Sumber: Wikipedia.org/ buku karya Andi Zainal Abidin. Wajo Abad XV – XVII)
(nic)
Lihat Juga :