Bupati Lamandau Serah Terima Jembatan Jamutan yang Dibangun TKPD Tamiang
Senin, 08 November 2021 - 08:33 WIB
loading...
Foto. Doc. Pemkab Lamandau
A
A
A
NANGA BULIK - Tim Pengelola Kebun Desa (TPKD) Tamiang, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, Kalteng ambil bagian dalam pembangunan fasilitas umum di desanya.
Terbaru, TPKD bentukan Pemerintah Desa Tamiang itu telah merampungkan perbaikan Jembatan Jamutan secara swakelola dengan anggaran sebesar Rp50 juta yang bersumber dari hasil pengelolaan kebun desa kelapa sawit.
Rampungnya perbaikan ditandai dengan penyerahan hasil pekerjaan jembatan oleh Ketua TPKD Tamiang Edi Manto kepada kades Tamiang, Darong. Penyerahan juga disaksikan langsung oleh Bupati Lamandau Hendra Lesmana saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Tamiang, pada Rabu 29 September 2021 lalu.
Jembatan Jamutan di pintu masuk perkampungan dengan panjang sekitar 15 meter lebih itu merupakan akses utama keluar-masuk desa. Semula, jembatan berbahan kayu itu hampir ambruk. Kayunya lapuk termakan usia, ditambah curah hujan tinggi beberapa pekan terakhir menyebabkan kondisi tanah di sekitar jembatan kian tergerus.
Ketua TPKD Tamiang Edi Manto menjelaskan, perbaikan jembatan yang dilakukan berawal dari kekhawatiran atas kondisi jembatan yang kian memprihatinkan. TPKD lantas berinisiatif untuk berunding dengan pemdes untuk mengambil langkah rehabilitasi. Langkah itu diambil demi menghindari adanya kemungkinan terburuk seperti kecelakaan atau bahkan jembatan terputus.
Terbaru, TPKD bentukan Pemerintah Desa Tamiang itu telah merampungkan perbaikan Jembatan Jamutan secara swakelola dengan anggaran sebesar Rp50 juta yang bersumber dari hasil pengelolaan kebun desa kelapa sawit.
Rampungnya perbaikan ditandai dengan penyerahan hasil pekerjaan jembatan oleh Ketua TPKD Tamiang Edi Manto kepada kades Tamiang, Darong. Penyerahan juga disaksikan langsung oleh Bupati Lamandau Hendra Lesmana saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Tamiang, pada Rabu 29 September 2021 lalu.
Jembatan Jamutan di pintu masuk perkampungan dengan panjang sekitar 15 meter lebih itu merupakan akses utama keluar-masuk desa. Semula, jembatan berbahan kayu itu hampir ambruk. Kayunya lapuk termakan usia, ditambah curah hujan tinggi beberapa pekan terakhir menyebabkan kondisi tanah di sekitar jembatan kian tergerus.
Ketua TPKD Tamiang Edi Manto menjelaskan, perbaikan jembatan yang dilakukan berawal dari kekhawatiran atas kondisi jembatan yang kian memprihatinkan. TPKD lantas berinisiatif untuk berunding dengan pemdes untuk mengambil langkah rehabilitasi. Langkah itu diambil demi menghindari adanya kemungkinan terburuk seperti kecelakaan atau bahkan jembatan terputus.
Lihat Juga :