Tradisi Wayang Menolak Punah di Tengah Gerusan Zaman
Senin, 08 November 2021 - 05:40 WIB
loading...
A
A
A
Mereka pun membuat pagelaran wayang orang yang dipadukan dengan wayang kulit yang diperankan oleh para profesor yang tergabung dalam Dewan Profesor ITS dengan mengusung cerita Harjuna Sasrabahu.
Wayang yang tak pernah usang juga mewujudkan perwajahannya dengan inovasi mengombinasikan pertunjukan wayang kulit dengan wayang orang yang didalangi oleh ketua Dewan Profesor ITS, Imam Robandi.
Pagelaran wayang yang ditampilkan secara virtual ini, ditonton bareng di halaman Gedung Rektorat ITS, serta siaran langsung melalui kanal YouTube ITS TV yang sudah ditonton lebih dari 5.300 kali malam itu.
Baca juga: Festival Ganggong Milang Arei: Merawat Tradisi Mendoakan Arwah di Desa Batu Belubang
Menariknya lagi, para profesor yang melakonkan wayang orang tersebut berasal dari berbagai suku daerah di Indonesia, dan rata-rata baru kali pertama ini bermain dalam wayang orang.
Para profesor yang menjadi pemeran wayang dalam pagelaran ini, antara lain Rektor ITS, Mochamad Ashari sebagai Harjuna Sasrabahu, Wakil Rektor I ITS Adi Soeprijanto sebagai Sumantri, Surya Rosa Putra sebagai Patih Suroto, Tri Yogi Yuwono sebagai Prabu Citra Sudarma, dan Muhammad Sigit Darmawan sebagai Kumbakarna.
Wayang yang tak pernah usang juga mewujudkan perwajahannya dengan inovasi mengombinasikan pertunjukan wayang kulit dengan wayang orang yang didalangi oleh ketua Dewan Profesor ITS, Imam Robandi.
Pagelaran wayang yang ditampilkan secara virtual ini, ditonton bareng di halaman Gedung Rektorat ITS, serta siaran langsung melalui kanal YouTube ITS TV yang sudah ditonton lebih dari 5.300 kali malam itu.
Baca juga: Festival Ganggong Milang Arei: Merawat Tradisi Mendoakan Arwah di Desa Batu Belubang
Menariknya lagi, para profesor yang melakonkan wayang orang tersebut berasal dari berbagai suku daerah di Indonesia, dan rata-rata baru kali pertama ini bermain dalam wayang orang.
Para profesor yang menjadi pemeran wayang dalam pagelaran ini, antara lain Rektor ITS, Mochamad Ashari sebagai Harjuna Sasrabahu, Wakil Rektor I ITS Adi Soeprijanto sebagai Sumantri, Surya Rosa Putra sebagai Patih Suroto, Tri Yogi Yuwono sebagai Prabu Citra Sudarma, dan Muhammad Sigit Darmawan sebagai Kumbakarna.
Lihat Juga :