Kisah Wali Terapung Mbah Mudzakir, Berjihad Melawan Sekutu dalam Pertempuran 10 November
Senin, 08 November 2021 - 03:32 WIB
loading...
A
A
A
Keberadaan makam wali terapung sendiri, awalnya berada di tengah permukiman padat penduduk. Tetapi, akibat terjadinya abrasi di pesisir utara sejak tahun 1995, telah menggerus daratan hingga sejauh 2 km.
Dari seluruh daratan yang hilang, hanya lokasi makam Mbah Mudzakir yang tetap terlihat. Venomena alam telah menciptakan makam Mbah Mudzakir seperti bunga teratai di lautan. Warga pun menyebut makam ini sebagai makam wali terapung.
Cucu Mbah Mudzakir, Gus Ubab Ibrahim mengungkapkan, hingga kini belum terlalu banyak catatat tentang perjalanan hidup Mbah Mudzakir. Tetapi, warga di kawasan tersebut mengenalnya sebagai tokoh agama dan pejuang yang turut merasakan ganasnya pertempuran 10 November di Surabaya.
Baca juga: Gara-gara Sapi yang Dinaiki Ngamuk, Putra Bupati Sleman Terpelanting dan Jatuh
Mbah Mudzakir mempunyai guru, yaitu Kiai Sholah Darat Semarang, dan KH. Abbas Buntet Cirebon. Sebagai murid yang taat, perjuangan Mbah Mudzakir tidak lepas dari keberadaan para guru tersebut.
Gus Ubab Ibrahim mengungkapkan, kakeknya turut berangkat ke Surabaya, setelah adanya fatwa resolusi jihad yang dikeluarkan pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH. Hasyim Asy'ari, untuk melawan penjajah Belanda.
Dari seluruh daratan yang hilang, hanya lokasi makam Mbah Mudzakir yang tetap terlihat. Venomena alam telah menciptakan makam Mbah Mudzakir seperti bunga teratai di lautan. Warga pun menyebut makam ini sebagai makam wali terapung.
Cucu Mbah Mudzakir, Gus Ubab Ibrahim mengungkapkan, hingga kini belum terlalu banyak catatat tentang perjalanan hidup Mbah Mudzakir. Tetapi, warga di kawasan tersebut mengenalnya sebagai tokoh agama dan pejuang yang turut merasakan ganasnya pertempuran 10 November di Surabaya.
Baca juga: Gara-gara Sapi yang Dinaiki Ngamuk, Putra Bupati Sleman Terpelanting dan Jatuh
Mbah Mudzakir mempunyai guru, yaitu Kiai Sholah Darat Semarang, dan KH. Abbas Buntet Cirebon. Sebagai murid yang taat, perjuangan Mbah Mudzakir tidak lepas dari keberadaan para guru tersebut.
Gus Ubab Ibrahim mengungkapkan, kakeknya turut berangkat ke Surabaya, setelah adanya fatwa resolusi jihad yang dikeluarkan pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH. Hasyim Asy'ari, untuk melawan penjajah Belanda.
Lihat Juga :