Seleksi Anggota Dewan Pendidikan Maros Disorot
Rabu, 03 November 2021 - 18:12 WIB
loading...
Seleksi Dewan Pendidikan di Kabupaten Maros menuai kritikan, lantaran keterlibatan sejumlah panitia sebagai peserta. Foto: SINDOnews /Ilustrasi
A
A
A
MAROS - Sejumlah peserta seleksi anggota Dewan Pendidikan Maros, menyoroti keterlibatan panitia seleksi yang ikut menjadi peserta. Hal ini diketahui setelah beredarnya dokumen perihal jadwal wawancara calon anggota Dewan Pendidikan Maros.
Dalam dokumen yang ditandatangani oleh Ketua Panitia Seleksi, Agusnawati dan Sekretarisnya, Muhammad Nurjaya, terdapat sedikitnya 5 orang panitia yang namanya masuk dalam sesi jadwal wawancara.
Baca juga: 70% Pelajar SMP di Maros Sudah Disuntik Vaksin Covid-19
Salah seorang calon anggota Dewan Pendidikan, Ansar mengatakan, keterlibatan panitia menjadi peserta itu, sangat janggal dan terkesan ada "permainan". Menurutnya, sangat tidak adil jika panitia yang seharusnya menjadi fasilitator, justru malah ikut menjadi peserta seleksi.
"Ini memang sangat janggal yah karena barusan kita dengar ada panitia yang ikut jadi peserta. Jelas kalau mereka terpilih, orang akan mengatakan itu wajar karena mereka panitia," katanya, Rabu (3/11).
Seharusnya kata dia, panitia yang ingin ikut seleksi, terlebih dahulu mengundurkan diri dari kepanitiaan. Pengunduran diri itu supaya tidak ada pemikiran negatif dari peserta lain. Apa lagi, panitia yang ada sekarang, kebanyakan adalah anggota Dewan Pendidikan periode lalu.
“Kalau memang mau ikut jadi peserta, seharusnya dari awal jangan dong masuk sebagai panitia. Karena pasti akan dicurigai oleh peserta lain. Memang tidak ada aturan bakunya, tapi kan ini tidak lazim namanya,” lanjut Ansar.
Dalam dokumen yang ditandatangani oleh Ketua Panitia Seleksi, Agusnawati dan Sekretarisnya, Muhammad Nurjaya, terdapat sedikitnya 5 orang panitia yang namanya masuk dalam sesi jadwal wawancara.
Baca juga: 70% Pelajar SMP di Maros Sudah Disuntik Vaksin Covid-19
Salah seorang calon anggota Dewan Pendidikan, Ansar mengatakan, keterlibatan panitia menjadi peserta itu, sangat janggal dan terkesan ada "permainan". Menurutnya, sangat tidak adil jika panitia yang seharusnya menjadi fasilitator, justru malah ikut menjadi peserta seleksi.
"Ini memang sangat janggal yah karena barusan kita dengar ada panitia yang ikut jadi peserta. Jelas kalau mereka terpilih, orang akan mengatakan itu wajar karena mereka panitia," katanya, Rabu (3/11).
Seharusnya kata dia, panitia yang ingin ikut seleksi, terlebih dahulu mengundurkan diri dari kepanitiaan. Pengunduran diri itu supaya tidak ada pemikiran negatif dari peserta lain. Apa lagi, panitia yang ada sekarang, kebanyakan adalah anggota Dewan Pendidikan periode lalu.
“Kalau memang mau ikut jadi peserta, seharusnya dari awal jangan dong masuk sebagai panitia. Karena pasti akan dicurigai oleh peserta lain. Memang tidak ada aturan bakunya, tapi kan ini tidak lazim namanya,” lanjut Ansar.
Lihat Juga :