Dicintai Masyarakat, Dibenci Pelanggar Hukum
Rabu, 03 November 2021 - 14:48 WIB
loading...
A
A
A
Terlihat dari postingan pada 24 Oktober 2021 pukul 16.37 WIB yang diposting oleh akun Facebook Hagai Kristian Ajoy pada Grup Penyedot yang menyampaikan ancaman 'matei badaha ikau gawi kuh amun sampai sedot nutup muh' yang berarti 'mati berdarah kamu kubuat jika sampai menutup sedot (sedot emas)', dan berlanjut pada postingan yang turut mengancam Presiden RI pada 27 Oktober 2021 pukul 16.49 WIB, 'Ayo pak jokowi presiden RI jangan kecewakan saya, atau saya semblih anda'.
Dua postingan dan beberapa postingan lainnya ini cukup memprihatinkan, jangan sampai masyarakat menilai postingan ini tidak ditindaklanjuti secara hukum oleh pihak kepolisian. Bahkan jangan sampai masyarakat mengira tindakan ini ditunggangi oleh pihak-pihak tertentu untuk memecah belah masyarakat Kalimantan Tengah. Sudah ada beberapa unsur ormas dan perwakilan masyarakat yang mengajukan laporan kepada kepolisian namun hingga saat ini belum ada perkembangan lebih lanjut.
Tak sedikitpun hati Gubernur Sugianto gentar, sikap penyanyang dan pengayom bagi masyarakatnya justru menarik perhatian masyarakat Kalimantan Tengah dan tak sedikit yang bersimpati, walaupun diancam untuk dibunuh tetapi sama sekali tidak menunjukan sikap antikritik malah justru mengayomi. "Itu wajar, mungkin dia sedang banyak tuntutan kehidupan. Namun cukup disayangkan dengan kata-kata yang turut mengancam Presiden, sangat bertentangan dengan falsafah dan kepribadian kita orang Dayak,” jawabnya usai olah raga sore di Halaman Istana Isen Mulang, Senin (1/11/2021).
Sebagaimana arahan Presiden RI, bahwa perekonomian di masa pandemi harus dilakukan percepatan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan investasi di daerah. Penertiban perizinan merupakan salah satu upayanya untuk optimalisasi peningkatan pendapatan asli daerah sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh segenap masyarakat Kalimantan Tengah. CM
Dua postingan dan beberapa postingan lainnya ini cukup memprihatinkan, jangan sampai masyarakat menilai postingan ini tidak ditindaklanjuti secara hukum oleh pihak kepolisian. Bahkan jangan sampai masyarakat mengira tindakan ini ditunggangi oleh pihak-pihak tertentu untuk memecah belah masyarakat Kalimantan Tengah. Sudah ada beberapa unsur ormas dan perwakilan masyarakat yang mengajukan laporan kepada kepolisian namun hingga saat ini belum ada perkembangan lebih lanjut.
Tak sedikitpun hati Gubernur Sugianto gentar, sikap penyanyang dan pengayom bagi masyarakatnya justru menarik perhatian masyarakat Kalimantan Tengah dan tak sedikit yang bersimpati, walaupun diancam untuk dibunuh tetapi sama sekali tidak menunjukan sikap antikritik malah justru mengayomi. "Itu wajar, mungkin dia sedang banyak tuntutan kehidupan. Namun cukup disayangkan dengan kata-kata yang turut mengancam Presiden, sangat bertentangan dengan falsafah dan kepribadian kita orang Dayak,” jawabnya usai olah raga sore di Halaman Istana Isen Mulang, Senin (1/11/2021).
Sebagaimana arahan Presiden RI, bahwa perekonomian di masa pandemi harus dilakukan percepatan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan investasi di daerah. Penertiban perizinan merupakan salah satu upayanya untuk optimalisasi peningkatan pendapatan asli daerah sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh segenap masyarakat Kalimantan Tengah. CM
(ars)
Lihat Juga :