Dicintai Masyarakat, Dibenci Pelanggar Hukum
Rabu, 03 November 2021 - 14:48 WIB
loading...
Dalam enam tahun kepemimpinan Gubernur Sugianto Sabran, Kalimantan Tengah banyak membuat terobosan dan inovasi. Kepedulian pada masyarakat menjadi modal utama dalam memimpin
A
A
A
PALANGKA RAYA - Dalam enam tahun kepemimpinan Gubernur Sugianto Sabran, Kalimantan Tengah banyak membuat terobosan dan inovasi. Kepedulian pada masyarakat menjadi modal utama dalam memimpin Bumi Tambun Bungai, Tanah Berkah Provinsi Kalimantan Tengah. Sebagai seorang gubernur yang merupakan wakil Pemerintah Pusat di daerah tentu tidak mudah, kebijakan Presiden Joko Widodo harus dikawal sampai tingkat pemerintahan terkecil di Kalimantan Tengah, agar dapat diimplementasikan dengan baik sesuai dengan petunjuk Presiden RI.
Sebagai seorang gubernur yang juga merupakan 'Bapak' bagi masyarakatnya, tentu memiliki tanggung jawab yang teramat besar. Tanggung jawab untuk memastikan kesejahteraan dapat dirasakan oleh segenap masyarakat Kalimantan Tengah. Dalam beberapa kesempatan, Gubernur Sugianto Sabran kerap mengungkapkan bahwa sumber daya alam di Kalimantan Tengah ini sangat melimpah, tentu harus dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakatnya. Dirasakan melalui pendidikan, kesehatan dan pembangunan infrastruktur.
Hilirisasi merupakan salah satu fokus Gubernur Sugianto dalam optimalisasi pengelolaan sumber daya alam, agar sumber daya alam di Kalimantan Tengah dapat ditingkatkan nilai gunanya sebelum dipasarkan keluar Kalimantan Tengah dan mampu menyerap tenaga kerja setempat.
Hilirisasi yang dicita-citakan untuk kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah bukan untuk menyejahterakan segelintir orang saja dan menyisakan dampak buruk khususnya bagi masyarakat setempat. Tentu banyak pihak yang merasa keberatan dengan kebijakan prorakyat Gubernur Sugianto, tetapi pilihan sudah dibuat, tindakan sudah dilakukan dengan cepat.
Langkah tegas Gubernur Sugianto untuk menertibkan pengelolaan sumberdaya alam di Kalimantan Tengah tak sedikit menuai kecaman banyak pihak. Hingga akhir-akhir ini Gubernur Sugianto dengan gelar Temanggung Antang Pasihai yang berarti pemimpin yang mampu mengayomi melindungi dan panutan masyarakat itu pun di ancam akan dibunuh oleh oknum tertentu.
Sebagai seorang gubernur yang juga merupakan 'Bapak' bagi masyarakatnya, tentu memiliki tanggung jawab yang teramat besar. Tanggung jawab untuk memastikan kesejahteraan dapat dirasakan oleh segenap masyarakat Kalimantan Tengah. Dalam beberapa kesempatan, Gubernur Sugianto Sabran kerap mengungkapkan bahwa sumber daya alam di Kalimantan Tengah ini sangat melimpah, tentu harus dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakatnya. Dirasakan melalui pendidikan, kesehatan dan pembangunan infrastruktur.
Hilirisasi merupakan salah satu fokus Gubernur Sugianto dalam optimalisasi pengelolaan sumber daya alam, agar sumber daya alam di Kalimantan Tengah dapat ditingkatkan nilai gunanya sebelum dipasarkan keluar Kalimantan Tengah dan mampu menyerap tenaga kerja setempat.
Hilirisasi yang dicita-citakan untuk kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah bukan untuk menyejahterakan segelintir orang saja dan menyisakan dampak buruk khususnya bagi masyarakat setempat. Tentu banyak pihak yang merasa keberatan dengan kebijakan prorakyat Gubernur Sugianto, tetapi pilihan sudah dibuat, tindakan sudah dilakukan dengan cepat.
Langkah tegas Gubernur Sugianto untuk menertibkan pengelolaan sumberdaya alam di Kalimantan Tengah tak sedikit menuai kecaman banyak pihak. Hingga akhir-akhir ini Gubernur Sugianto dengan gelar Temanggung Antang Pasihai yang berarti pemimpin yang mampu mengayomi melindungi dan panutan masyarakat itu pun di ancam akan dibunuh oleh oknum tertentu.
Lihat Juga :