Tak Ada Kasus Covid-19, Jam PTM di Makassar Bakal Ditambah
Selasa, 02 November 2021 - 23:05 WIB
loading...
Sejumlah siswa mengikuti simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di SMPN 6 Makassar, Sulawesi Selatan, 4 Oktober lalu. Foto: SINDOnews/Maman Sukirman
A
A
A
MAKASSAR - Pemkot Makassar bakal mengevaluasi pembelajaran tatap muka (PTM) usai skrining melalui tes GeNose selesai. Termasuk terkait penambahan jam pelajaran.
Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar, Amalia Malik menuturkan, pelaksanaan PTM terbatas akan melihat situasi dan kondisi terkini. Skrining melalui tes GeNose menjadi salah satu indikator dalam melihat situasi dan kondisi tersebut.
Baca juga:Screening Simulai PTM, Satu Siswa Sempat Positif Tes GeNose
“Dari awal memang kita mau evaluasi secara terus menerus. Jadi kalau tidak ada kasus yang begitu besar, maka bisa jadi pelaksanaan PTM ini diperluas,” kata dia kepada SINDOnews, Selasa (2/11/2021).
Evaluasi PTM disebutnya sudah termasuk penambahan jam pembelajaran. Akan tetapi, ia belum bisa memastikan berapa penambahan yang akan diberikan. Pihaknya menunggu koordinasi bersama kepala daerah dahulu.
“Kalau sekarang kan tiga jam pembelajaran setiap hari. Nanti kalau kondisinya tetap seperti ini kita akan tambah bergantung kesepakatan. Itulah bentuk evaluasi kita,” sebutnya.
Sementara untuk aturan lainnya masih tetap sama. Kapasitas ruangan tetap 50 persen dalam satu kelas. Kemudian, pembelajaran masih menggunakan sistem blended atau campuran antara dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring).
Baca juga:Simulasi PTM Sekolah Dasar di Kota Makassar Dimulai 4 November
“Untuk sementara masih jam pelajaran yang akan menjadi perhatian kita. Jadi pelan-pelan kita tambah supaya anak-anak kita bisa mengikuti pembelajaran lebih efektif di sekolah,” imbuhnya.
Terpisah, Kepala SMP Katolik Rajawali Makassar, Sr Christine Sumaraw mengatakan, pelaksanaan PTM ini menjadi kesyukuran. Sebab, banyak siswa yang sudah rindu melakukan pembelajaran di sekolah setelah dua tahun belakangan melalui daring.
Makanya, dalam pelaksanaan PTM ini SMP Katolik Rajawali melakukannya secara ketat. Harus sesuai dengan regulasi yang telah ditetapkan Pemkot Makassar. Apalagi, sekolahnya telah dipilih sebagai salah satu sekolah swasta yang siap menjalankan PTM.
“Kita ada satgas yang selalu mengarahkan siswa untuk cuci tangan, jaga jarak dan kerumunan, lalu mengarahkan ke kelas sampai pada pulang sekolah. Kalau belum dijemput, satgas akan arahkan tetap di sekolah,” bebernya.
Baca juga:Capaian Vaksinasi Rendah, 17 Daerah di Sulsel Naik ke PPKM Level III
Sejauh ini, kata dia, baru sekitar 40 persen siswa yang mengikuti PTM terbatas di sekolah. Mereka adalah siswa yang telah divaksin dan mendapat izin dari orang tua.
“Tidak semua orang tua berikan izin. Alasannya ada masih was-was, ada juga yang belum baksin karena umurnya belum genap 12 tahun. Itu rata-rata kelas tujuh. Jadi untuk PTM kita tidak sampai 50 persen,” sebutnya.
Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar, Amalia Malik menuturkan, pelaksanaan PTM terbatas akan melihat situasi dan kondisi terkini. Skrining melalui tes GeNose menjadi salah satu indikator dalam melihat situasi dan kondisi tersebut.
Baca juga:Screening Simulai PTM, Satu Siswa Sempat Positif Tes GeNose
“Dari awal memang kita mau evaluasi secara terus menerus. Jadi kalau tidak ada kasus yang begitu besar, maka bisa jadi pelaksanaan PTM ini diperluas,” kata dia kepada SINDOnews, Selasa (2/11/2021).
Evaluasi PTM disebutnya sudah termasuk penambahan jam pembelajaran. Akan tetapi, ia belum bisa memastikan berapa penambahan yang akan diberikan. Pihaknya menunggu koordinasi bersama kepala daerah dahulu.
“Kalau sekarang kan tiga jam pembelajaran setiap hari. Nanti kalau kondisinya tetap seperti ini kita akan tambah bergantung kesepakatan. Itulah bentuk evaluasi kita,” sebutnya.
Sementara untuk aturan lainnya masih tetap sama. Kapasitas ruangan tetap 50 persen dalam satu kelas. Kemudian, pembelajaran masih menggunakan sistem blended atau campuran antara dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring).
Baca juga:Simulasi PTM Sekolah Dasar di Kota Makassar Dimulai 4 November
“Untuk sementara masih jam pelajaran yang akan menjadi perhatian kita. Jadi pelan-pelan kita tambah supaya anak-anak kita bisa mengikuti pembelajaran lebih efektif di sekolah,” imbuhnya.
Terpisah, Kepala SMP Katolik Rajawali Makassar, Sr Christine Sumaraw mengatakan, pelaksanaan PTM ini menjadi kesyukuran. Sebab, banyak siswa yang sudah rindu melakukan pembelajaran di sekolah setelah dua tahun belakangan melalui daring.
Makanya, dalam pelaksanaan PTM ini SMP Katolik Rajawali melakukannya secara ketat. Harus sesuai dengan regulasi yang telah ditetapkan Pemkot Makassar. Apalagi, sekolahnya telah dipilih sebagai salah satu sekolah swasta yang siap menjalankan PTM.
“Kita ada satgas yang selalu mengarahkan siswa untuk cuci tangan, jaga jarak dan kerumunan, lalu mengarahkan ke kelas sampai pada pulang sekolah. Kalau belum dijemput, satgas akan arahkan tetap di sekolah,” bebernya.
Baca juga:Capaian Vaksinasi Rendah, 17 Daerah di Sulsel Naik ke PPKM Level III
Sejauh ini, kata dia, baru sekitar 40 persen siswa yang mengikuti PTM terbatas di sekolah. Mereka adalah siswa yang telah divaksin dan mendapat izin dari orang tua.
“Tidak semua orang tua berikan izin. Alasannya ada masih was-was, ada juga yang belum baksin karena umurnya belum genap 12 tahun. Itu rata-rata kelas tujuh. Jadi untuk PTM kita tidak sampai 50 persen,” sebutnya.
(luq)
Lihat Juga :