Realisasi Investasi Jawa Timur Hingga Triwulan III 2021 di Bawah Jabar dan Jakarta
Selasa, 02 November 2021 - 18:08 WIB
loading...
A
A
A
Kinerja realisasi investasi Jatim triwulan III 2021 mencatatkan angka pertumbuhan yang menggembirakan yakni mencapai Rp18 triliun. Realisasi tersebut terdiri dari PMA sebesar Rp5,4 triliun dan PMDN sebesar Rp12,5 triliun.
"Capaian ini meningkat 15,6 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara secara nasional investasi tumbuh 3,7 persen. Kontribusi Jatim terhadap realisasi investasi nasional di triwulan ke-3 ini sebesar 8,3 persen. Kinerja investasi ini harus banyak disyukuri karena Indonesia belum lepas dari situasi sulit akibat pandemi COVID-19,” kata Khofifah.
Orang nomor satu di Jatim itu memaparkan, pada triwulan III 2021 ini investasi asing di Jatim mengalami pertumbuhan positif sebesar 41,4 persen. Capaian ini, kata dia, bisa memberikan angin segar bagi tingkat kepercayaan calon investor asing untuk menanamkan modalnya di Jatim.
Sementara itu, dari sisi spasial, investasi di Jatim masih terkonsentrasi di zona Ring I meliputi Kota Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Kabupaten/Kota Mojokerto dan Kabupaten/Kota Pasuruan. Hal ini menuntut adanya upaya penguatan iklim investasi di zona luar Ring I guna pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Maka dari itu, Khofifah meminta pemerintah kabupaten/kota untuk terus melakukan berbagai inovasi agar layanan perizinan yang diberikan semakin adaptable. Selain itu, tiap permasalahan yang dihadapi investor harus difasilitasi secara efektif dan efisien. Dan yang tak kalah penting adalah tersedianya Investment Project Ready to Offer (IPRO) untuk menarik minat investor.
"Capaian ini meningkat 15,6 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara secara nasional investasi tumbuh 3,7 persen. Kontribusi Jatim terhadap realisasi investasi nasional di triwulan ke-3 ini sebesar 8,3 persen. Kinerja investasi ini harus banyak disyukuri karena Indonesia belum lepas dari situasi sulit akibat pandemi COVID-19,” kata Khofifah.
Orang nomor satu di Jatim itu memaparkan, pada triwulan III 2021 ini investasi asing di Jatim mengalami pertumbuhan positif sebesar 41,4 persen. Capaian ini, kata dia, bisa memberikan angin segar bagi tingkat kepercayaan calon investor asing untuk menanamkan modalnya di Jatim.
Sementara itu, dari sisi spasial, investasi di Jatim masih terkonsentrasi di zona Ring I meliputi Kota Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Kabupaten/Kota Mojokerto dan Kabupaten/Kota Pasuruan. Hal ini menuntut adanya upaya penguatan iklim investasi di zona luar Ring I guna pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Maka dari itu, Khofifah meminta pemerintah kabupaten/kota untuk terus melakukan berbagai inovasi agar layanan perizinan yang diberikan semakin adaptable. Selain itu, tiap permasalahan yang dihadapi investor harus difasilitasi secara efektif dan efisien. Dan yang tak kalah penting adalah tersedianya Investment Project Ready to Offer (IPRO) untuk menarik minat investor.
Lihat Juga :