Hilangkan Sampah di Sungai, Ini Cara Cerdas yang Dilakukan Warga Begaganlimo
Senin, 25 Oktober 2021 - 02:53 WIB
loading...
A
A
A
Anggota TIM PPDM UK Petra, Resmana Lim menjelaskan Project Incinerator ini dibiayai oleh UK Petra yang merupakan bentuk kepedulian bagi Desa Begaganlimo sebagai desa mitra binaan. Apalagi Desa Begaganlimo sebelum pandemi, telah dilakukan Community Outreach Program yaitu KKN Internasional yang melibatkan mahasiswa dari berbagai Negara.
"Kami mempersembahkan ini (Incinerator) untuk warga Desa Begaganlimo sebagai desa binaan UK Petra karena nantinya akan ada pasar untuk mendukung terwujud desa wisata," jelasnya.
Menurut dia, potensi desa wisata harus mempunyai lingkungan yang baik dan bersih. Apalagi, pasca panen banyak yang membakar sampah menimbulkan asap sehingga tidak baik bagi lingkungan desa wisata. "Paling tidak alat Incinerator ini dapat dimanfaatkan warga untuk membakar sampah yang lebih ramah lingkungan," ujarnya.
Baca juga: Temukan Wanita Seksi dan Miras, Satgas COVID-19 Purbalingga Tutup Tempat Karaoke
Sementara itu, Ketua RT 3 Dusun Troliman, Desa Begaganlimo, Asrip (49) mengatakan, selama ini warga membuang sampah di kebun, belakang rumah bahkan ada juga yang membuang di sungai. Selama ini, warga Desa Begaganlimo kesulitan untuk membuang sampah sehingga tidak sedikit yang memilih untuk membakarnya.
"Adanya alat Incinerator sangat bermanfaat membantu masyarakat dalam pengelolaan sampah dan manfaatnya banyak sekali lingkungan bersih karena berkurangnya pembuangan sampah sembarangan dan otomatis kebersihan sungai juga terjaga, lingkungan menjadi bersih," katan Asrip.
Selain mengurangi keberadaan sampah, masyarakat Desa Begaganlimo kata Asrip, dapat menambah penghasilan dengan menjadi anggota bank sampah untuk memilah sampah yang akan dibakar menggunakan alat Incinerator. Pihaknya juga akan segera membentuk petugas yang bakal mengoperasikan Incinerator dan mengambil sampah. "Warga sangat terbantu adanya alat Incinerator untuk pembakar sampah ramah lingkungan," pungkas Asrip.
"Kami mempersembahkan ini (Incinerator) untuk warga Desa Begaganlimo sebagai desa binaan UK Petra karena nantinya akan ada pasar untuk mendukung terwujud desa wisata," jelasnya.
Menurut dia, potensi desa wisata harus mempunyai lingkungan yang baik dan bersih. Apalagi, pasca panen banyak yang membakar sampah menimbulkan asap sehingga tidak baik bagi lingkungan desa wisata. "Paling tidak alat Incinerator ini dapat dimanfaatkan warga untuk membakar sampah yang lebih ramah lingkungan," ujarnya.
Baca juga: Temukan Wanita Seksi dan Miras, Satgas COVID-19 Purbalingga Tutup Tempat Karaoke
Sementara itu, Ketua RT 3 Dusun Troliman, Desa Begaganlimo, Asrip (49) mengatakan, selama ini warga membuang sampah di kebun, belakang rumah bahkan ada juga yang membuang di sungai. Selama ini, warga Desa Begaganlimo kesulitan untuk membuang sampah sehingga tidak sedikit yang memilih untuk membakarnya.
"Adanya alat Incinerator sangat bermanfaat membantu masyarakat dalam pengelolaan sampah dan manfaatnya banyak sekali lingkungan bersih karena berkurangnya pembuangan sampah sembarangan dan otomatis kebersihan sungai juga terjaga, lingkungan menjadi bersih," katan Asrip.
Selain mengurangi keberadaan sampah, masyarakat Desa Begaganlimo kata Asrip, dapat menambah penghasilan dengan menjadi anggota bank sampah untuk memilah sampah yang akan dibakar menggunakan alat Incinerator. Pihaknya juga akan segera membentuk petugas yang bakal mengoperasikan Incinerator dan mengambil sampah. "Warga sangat terbantu adanya alat Incinerator untuk pembakar sampah ramah lingkungan," pungkas Asrip.
(eyt)
Lihat Juga :