Hilangkan Sampah di Sungai, Ini Cara Cerdas yang Dilakukan Warga Begaganlimo
Senin, 25 Oktober 2021 - 02:53 WIB
loading...
A
A
A
Incinerator ini menerapkan filtrasi menggunakan zat cair, sehingga residu pembakaran terperangkap dalam air. Dengan demikian, hasil pembakaran sampah melalui alat Incinerator ini akan menekan polusi lebih rendah, secara otomatis alat tersebut akan mengurangi dampak pencemaran lingkungan akibat pembakaran sampah.
Fandi mengungkapkan, Incinerator ini dirancang dalam satu kali proses berkapasitas volume satu meter kubik atau 1.000 liter. Pembuatan Incinerator mengadopsi dari teknologi Maxpel yang telah dimodifikasi. Sebab, akses listrik di Desa Begaganlimo minim sehingga dia memodifikasi Incinerator tanpa listrik termasuk air.
Baca juga: Kisah Ida Ayu Nyoman Rai Srimben, Nenek Sukmawati Soekarnoputri yang Nekat Melawan Adat demi Cinta
"Inspirasi pembuatan alat Incinerator ini berdasarkan hasil survei terkait banyaknya sampah yang dibuang sembarangan bahkan ada juga sebagian warga membuang sampah di sungai karena tidak tersedia tempat pembuangan sampah di kawasan tersebut," jelas Fandi.
Sampah yang bisa dibakar tentunya sampah organik dari pasar atau sampah rumah tangga baik sampah kering maupun basah. Namun sebelum dibakar tentunya masyarakat perlu memilah sampah tersebut. pembuatan alat Incinerator ini dilakukan sekitar lima bulan dengan menggunakan dana LPPM UK Petra.
"Jadi sampah yang dikumpulkan masyarakat harus dipilah yang paling penting sampah seperti baterai tidak boleh dibakar kemudian plastik maupun botol bekas dikumpulkan karena bisa didaur ulang dan sisanya sampah plastik serta styrofoam boleh dibakar di Incinerator," terang Fandi.
Fandi mengungkapkan, Incinerator ini dirancang dalam satu kali proses berkapasitas volume satu meter kubik atau 1.000 liter. Pembuatan Incinerator mengadopsi dari teknologi Maxpel yang telah dimodifikasi. Sebab, akses listrik di Desa Begaganlimo minim sehingga dia memodifikasi Incinerator tanpa listrik termasuk air.
Baca juga: Kisah Ida Ayu Nyoman Rai Srimben, Nenek Sukmawati Soekarnoputri yang Nekat Melawan Adat demi Cinta
"Inspirasi pembuatan alat Incinerator ini berdasarkan hasil survei terkait banyaknya sampah yang dibuang sembarangan bahkan ada juga sebagian warga membuang sampah di sungai karena tidak tersedia tempat pembuangan sampah di kawasan tersebut," jelas Fandi.
Sampah yang bisa dibakar tentunya sampah organik dari pasar atau sampah rumah tangga baik sampah kering maupun basah. Namun sebelum dibakar tentunya masyarakat perlu memilah sampah tersebut. pembuatan alat Incinerator ini dilakukan sekitar lima bulan dengan menggunakan dana LPPM UK Petra.
"Jadi sampah yang dikumpulkan masyarakat harus dipilah yang paling penting sampah seperti baterai tidak boleh dibakar kemudian plastik maupun botol bekas dikumpulkan karena bisa didaur ulang dan sisanya sampah plastik serta styrofoam boleh dibakar di Incinerator," terang Fandi.

Lihat Juga :