Bali Segera Modifikasi 20 Ribu Kendaraan Bahan Bakar Fosil Jadi Tenaga Listrik

Kamis, 21 Oktober 2021 - 16:18 WIB
Bali Segera Modifikasi 20 Ribu Kendaraan Bahan Bakar Fosil Jadi Tenaga Listrik
Kepala Dinas Perhubungan Bali, I Gede Wayan Samsi Gunarta saat membuka pelatihan retrofit kendaraan listrik di Denpasar, Kamis (21/10/2021). Foto/Ist
A A A
DENPASAR - Program Bali Energi Bersih terus dipercepat realisasinya. Dalam waktu dekat ada 20 ribu kendaraan bakal diretrofit, yaitu diubah dari bahan bakar fosil menjadi tenaga listrik.

"Di tahap awal, kami menargetkan 20 ribu sepeda motor bisa diretrofit," kata Kepala Dinas Perhubungan Bali, I Gede Wayan Samsi Gunarta saat membuka pelatihan retrofit kendaraan listrik di Denpasar, Kamis (21/10/2021).

Baca juga: Catat! BRIN Gelar Pameran Kendaraan Listrik 24 November Mendatang

Pelatihan selama dua hari itu diikuti 250 peserta yang sebagian besar adalah pemilik bengkel sepeda motor konvesional. Mereka diharapkan bisa menjadi agen perubahan dalam transisi kendaraan listrik.

Gunarta menjelaskan, sepeda motor di Bali menjadi salah satu moda transportasi yang terbanyak. Sehingga upaya mempercepat transisi kendaraan listrik harus dimulai dari jumlah kendaraan terbanyak.

Berdasarkan Data Dishub Bali, saat ini tercatat ada 4.460.158 unit kendaraan bermotor di Bali. Dari jumlah tersebut sepeda motor tercatat sebagai kendaraan terbanyak yakni 3.811.957 unit.



Retrofit kendaraan listrik roda dua diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 65 tahun 2020 tentang Konversi Sepeda Motor Dengan Penggerak Motor Bakar Menjadi Sepeda Motor Listrik Berbasis Baterai.

Baca juga: GAIKINDO Minta Peralihan Penggunaan Kendaraan Listrik Berlangsung Alami

Bali juga telah memiliki Perda Nomor 45 Tahun 2019 tentang Energi Baru dan Terbarukan dan Perda Nomor 48 Tahun 2019 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

Menurut Gunarta, pelatihan ini dititikberatkan pada berbagi wawasan dan peningkatan kapasitas. Bengkel-bengkel konvensional diharapkan mampu melakukan retrofit kendaraan listrik. "Mereka berperan penting untuk meningkatkan jumlah motor listrik untuk mencapai target penurunan emisi di Bali," paparnya.

Pembicara yang hadir dalam pelatihan berasal dari produsen hingga konsumen, yakni Periklindo dan ZF (pembuat kendaraan listrik), Deva Bali dan Grab (pengguna kendaraan listrik), PT Handhika Garda Parama (workshop retrofit kendaraan listrik) serta praktisi otomotif.

Ada pula PT Optima Integra Tehnika penyedia charger listrik. "Kendaraan listrik dan perlengkapan yang menyertainya juga dihadirkan dalam pelatihan ini. Ada mobil listrik, sepeda motor listrik hasil retrofit, charger kendaraan listrik untuk mobil dan sepeda motor," pungkas Gunarta.
(shf)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1224 seconds (10.55#12.26)