Dibangun di Kawasan Laut, PLTB Bantaeng Butuh Rp2,8 Triliun
Kamis, 21 Oktober 2021 - 15:40 WIB
loading...
A
A
A
Dia mengatakan PLTB dipilih karena salah satu sumber energi yang terbarukan dan ramah lingkungan. Rencana PLTB ini memiliki kapasitas setara 1.000 MW. "Kalau ini terjadi, maka ini yang pertama di Indonesia," jelas dia.
Selain meneken kerja sama dengan PT. WPD, PT Basic juga meneken adendum perjanjian kerja sama dengan Butta Toa Group. Perusahaan ini akan mulai membangun tiga pabrik hingga 2027. Ketiga pabrik itu adalah smelter, stainless stell dan pabrik metal.
Pabrik pertama yang akan dibangun adalah smelter, dimana pelaksanaan groundbreaking dimulai pada Desember 2021. Rencana pembangunan tersebut akan tuntas pada 2024. Selanjutnya, untuk stainles stell dan pabrik metal akan dibangun pada tahap selanjutnya. Pabrik stainles stell dibangun pada 2023 dan selesai pada 2025, lalu untuk pabrik metal selesai pada 2027.
Baca Juga: 39 Pengurus IDI Cabang Bantaeng Periode 2021-2024 Dilantik
"Nilai investasinya ini Rp11,3 triliun untuk tiga pabrik ini. Kita harapkan proses ini bisa selesai tepat waktu," tuturnya.
Selain meneken kerja sama dengan PT. WPD, PT Basic juga meneken adendum perjanjian kerja sama dengan Butta Toa Group. Perusahaan ini akan mulai membangun tiga pabrik hingga 2027. Ketiga pabrik itu adalah smelter, stainless stell dan pabrik metal.
Pabrik pertama yang akan dibangun adalah smelter, dimana pelaksanaan groundbreaking dimulai pada Desember 2021. Rencana pembangunan tersebut akan tuntas pada 2024. Selanjutnya, untuk stainles stell dan pabrik metal akan dibangun pada tahap selanjutnya. Pabrik stainles stell dibangun pada 2023 dan selesai pada 2025, lalu untuk pabrik metal selesai pada 2027.
Baca Juga: 39 Pengurus IDI Cabang Bantaeng Periode 2021-2024 Dilantik
"Nilai investasinya ini Rp11,3 triliun untuk tiga pabrik ini. Kita harapkan proses ini bisa selesai tepat waktu," tuturnya.
Lihat Juga :