Pekerjaan Minus 15 Persen, Kontraktor Perbaikan Jalan Sepanjang 52,4 KM Bakal Dievaluasi
Kamis, 21 Oktober 2021 - 12:38 WIB
loading...
Kabid Jalan dan Jembatan, DPUTR, KBB, Aan Sopian. SINDOnews/Adi
A
A
A
BANDUNG BARAT - Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal mengevaluasi kontraktor pelaksana peningkatan kualitas jalan sepanjang total 71 km di wilayah selatan KBB.
Pasalnya dari dua paket pekerjaan oleh pihak kontraktor pelaksana , untuk paket pekerjaan satu sepanjang kurang lebih 52,5 km ada keterlambatan minus 15% dari target awal. Sehingga itu menjadi pertanyaan besar dalam evaluasi yang dilakukan.
"Semestinya berdasarkan jadwal perencanaan awal hingga Oktober ini pekerjaan harusnya udah 40%. Namun fakta di lapangan baru terealisasi 25% atau ada minus sekitar 15%, itu yang akan menjadi bahan evaluasi kami ke pihak kontraktor," kata Kabid Jalan dan Jembatan, DPUTR, KBB, Aan Sopian, Kamis (21/10/2021).
Melihat kondisi itu, pihaknya pesimistis perbaikan jalan yang didanai uang pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Persero total senilai Rp285 miliar, untuk yang paket satu bisa terealisasi 100% di akhir tahun ini. Namun untuk pekerjaan paket dua dirinya yakin tercapai karena saat ini progresnya masih on the track.
Hasil evaluasi nanti bisa menjadi dasar langkah yang akan diambil selanjutnya, apakah akan memutus kontrak kontraktor atau memperpanjangnya. Sebab semestinya sudah tidak ada lagi kendala teknis di lapangan, mengingat uang muka pekerjaan sebesar 25% sudah dibayarkan.
Pasalnya dari dua paket pekerjaan oleh pihak kontraktor pelaksana , untuk paket pekerjaan satu sepanjang kurang lebih 52,5 km ada keterlambatan minus 15% dari target awal. Sehingga itu menjadi pertanyaan besar dalam evaluasi yang dilakukan.
"Semestinya berdasarkan jadwal perencanaan awal hingga Oktober ini pekerjaan harusnya udah 40%. Namun fakta di lapangan baru terealisasi 25% atau ada minus sekitar 15%, itu yang akan menjadi bahan evaluasi kami ke pihak kontraktor," kata Kabid Jalan dan Jembatan, DPUTR, KBB, Aan Sopian, Kamis (21/10/2021).
Melihat kondisi itu, pihaknya pesimistis perbaikan jalan yang didanai uang pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Persero total senilai Rp285 miliar, untuk yang paket satu bisa terealisasi 100% di akhir tahun ini. Namun untuk pekerjaan paket dua dirinya yakin tercapai karena saat ini progresnya masih on the track.
Hasil evaluasi nanti bisa menjadi dasar langkah yang akan diambil selanjutnya, apakah akan memutus kontrak kontraktor atau memperpanjangnya. Sebab semestinya sudah tidak ada lagi kendala teknis di lapangan, mengingat uang muka pekerjaan sebesar 25% sudah dibayarkan.
Lihat Juga :