2 Warga Positif Corona Keluyuran, 149 Orang Satu Desa Dites Massal
Rabu, 03 Juni 2020 - 17:37 WIB
loading...
Ratusan warga satu desa dilakukan rapid test massal lantaran dua warganya positif Corona. FOTO: DOK SINDOnews
A
A
A
GUNUNGKIDUL - Ratusan warga Desa Bejiharjo terpaksa melakukan rapid test massal. Hal ini dilakukan setelah dua warga di dua dusun dinyatakan positif COVID-19 hasil uji laboratorium. Padahal keduanya sudah melakukan aktivitas di lingkungan masing-masing menjelang Lebaran lalu.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul , Dewi Irawaty mengatakan, pihaknya memang melakukan tes cepat untuk 149 warga Desa Bejiharjo. Rapid test tersebut dilaksanakan di Puskesmas Karangmojo 2, tempat dua orang tanpa gejala (OTG) dinyatakan positif setakah dilakukan swab.
"Karena sudah beraktivitas kemudian diketahui positif, maka ada 149 warga yang bersinggungan. Kemudian juga pihak keluarga diketahui ada 13 orang, semua dilakukan rapid test," terangnya kepada wartawan di Wonosari Rabu (3/6/2020).
Dijelaskannya, kasus dua positif ini diketahui setelah pihak puskesmas mengumumkan bagi warga yang habis bepergian dari darah zona merah diminta untuk melakukan pemeriksan rapid test di puskesmas. Waktu itu dua warga Dusun Grogol 3 dan Grogol 5 yang sehari- hari beraktivitas di Semarang untuk bisnis ikan langsung ke puskesmas. Setelah dilakukan rapid test hasilnya reaktif.
Begitu reaktif keduanya langsung diminta karantina mandiri. Petugas kemudian melakukan tracing kepada semua anggota keluarganya. "Mereka juga ikut rapid test dengan hasil empat reaktif," lanjut dia.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul , Dewi Irawaty mengatakan, pihaknya memang melakukan tes cepat untuk 149 warga Desa Bejiharjo. Rapid test tersebut dilaksanakan di Puskesmas Karangmojo 2, tempat dua orang tanpa gejala (OTG) dinyatakan positif setakah dilakukan swab.
"Karena sudah beraktivitas kemudian diketahui positif, maka ada 149 warga yang bersinggungan. Kemudian juga pihak keluarga diketahui ada 13 orang, semua dilakukan rapid test," terangnya kepada wartawan di Wonosari Rabu (3/6/2020).
Dijelaskannya, kasus dua positif ini diketahui setelah pihak puskesmas mengumumkan bagi warga yang habis bepergian dari darah zona merah diminta untuk melakukan pemeriksan rapid test di puskesmas. Waktu itu dua warga Dusun Grogol 3 dan Grogol 5 yang sehari- hari beraktivitas di Semarang untuk bisnis ikan langsung ke puskesmas. Setelah dilakukan rapid test hasilnya reaktif.
Begitu reaktif keduanya langsung diminta karantina mandiri. Petugas kemudian melakukan tracing kepada semua anggota keluarganya. "Mereka juga ikut rapid test dengan hasil empat reaktif," lanjut dia.
Lihat Juga :