Konser Hybrid Jadi Alternatif Penyelenggaraan Acara Musik di Masa Pandemi

Rabu, 20 Oktober 2021 - 12:23 WIB
loading...
Konser Hybrid Jadi Alternatif...
Dialog Produktif Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) - KPCPEN secara daring, Selasa (19/10/21). Foto: Istimewa
A A A
MAKASSAR - Konser hybrid atau konser yang memadukan daring dan luring, disebut bisa menjadi opsi untuk penyelenggaraan acara musik di tengah pandemi Covid-19. Hal itu diungkapkan Direktur Musik, Film, dan Animasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Kemenparekraf ), Mohammad Amin dalam Dialog Produktif yang berlangsung secara daring, Selasa (19/10/2021) sore.

“Bahkan setelah pandemi selesai, fenomena hybrid akan terus bertambah, karena digitalisasi tdk terhindarkan. Dunia musik masuk ke dalam digitalisasi ini. Musik itu bagian dari kesenian, orang akan cenderung kreatif di masa sulit. Banyak karya besar lahir di masa sulit. Nantinya hybrid akan menjadi sesuatu yang jamak,” ungkap Amin.

Alternatif hybrid diberikan sebagai salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam memfasilitasi kegiatan masyarakat agar tetap produktif namun sekaligus tetap mengutamakan keamanan dan keselamatan di masa pandemi ini. Antisipasi terjadinya lonjakan kasus harus selalu menjadi prioritas utama setiap pihak.

Mobilitas banyak orang dan kegiatan yang menimbulkan kerumunan, misalnya konser musik, berpotensi meningkatkan risiko transmisi virus Corona, sehingga harus diiringi dengan aturan dan tata kelola, pembatasan kapasitas dan banyak pedoman lainnya, selain disiplin penerapan protokol kesehatan (prokes) ketat.

Baca Juga: Kemenparekraf Dorong Kembali Bergeraknya Televisi, Musik dan Fashion

Menurut Amin, untuk penyelenggaraan konser atau event seiring membaiknya situasi pandemi, pihaknya harus tetap berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga lainnya.

“Dari Kemenparekraf sendiri panduannya adalah CHSE (Cleanliness atau kebersihan, Health atau kesehatan, Safety atau keamanan, dan Environment Sustainability atau kelestarian lingkungan),” ujarnya.

Terdapat pula beberapa aturan lain, seperti diwajibkan tes antigen atau PCR, menghindari interaksi fisik sesama musisi atau mengajak penonton ke panggung, menggunakan instrumen pribadi yang sudah disucihamakan, dan beberapa lainnya.

Terkait perizinan, pihaknya hanya sebatas memberikan rekomendasi. “Kemenparekraf bisa berikan rekomendasi, namun untuk izin wilayah masing-masing itu berada di ranah Pemda, akan berikan izin atau tidak. Tergantung pada dari status wilayahnya,” ujar Amin.

Konser, menurutnya, tetap bisa digelar di masa pandemi dengan melakukan sejumlah improvisasi, misalnya konser di sejumlah titik destinasi wisata superprioritas seperti Labuan Bajo , Mandalika, Danau Toba dan Candi Borobudur tanpa penonton.

“Meski tanpa penonton tapi sangat fenomenal karena idenya menarik, yaitu berlangsung di titik-titik destinasi wisata penting,” ujar Amin.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengenal Tradisi Ojung,...
Mengenal Tradisi Ojung, Kearifan Lokal Pelestarian Kekayaan Pangan di Bugeman Situbondo
Sambangi Bali, M Festival...
Sambangi Bali, M Festival 2023 Bakal Hadirkan Musik dengan Unsur Keragaman Budaya
Jadi Penutup Tangsel...
Jadi Penutup Tangsel Noise, Campur Koplo Goyang Ribuan Pengunjung
Event Hanya di Jogja...
Event 'Hanya di Jogja' Jadi Wadah Kreatifitas dan Budaya Seniman Lokal
Lestarikan Kesenian...
Lestarikan Kesenian Tradisional, GMC Jatim Gelar Lomba Musik Patrol
Marsma TNI Mukti Arja...
Marsma TNI Mukti Arja Berlian Buka Gelar Karya Metiyem ISI
Music Zone Okezone Sukses...
Music Zone Okezone Sukses Bikin Malam Minggu Menjadi Syahdu
Music Zone Meriahkan...
Music Zone Meriahkan Anjungan Sarinah, Ada Eltasya Natasha-Indahkus
Meriah! Penonton Antusias...
Meriah! Penonton Antusias Ikut Quiz Bareng AQUA di Music Zone!
Rekomendasi
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Richard Lee Ajukan Penangguhan...
Richard Lee Ajukan Penangguhan Penahanan karena Sakit, Istri Jadi Jaminan
Berita Terkini
HCML Gandeng PMI Gelar...
HCML Gandeng PMI Gelar Donor Darah, Tumbuhkan Kepedulian Sesama
7.000 Massa Gelar Unjuk...
7.000 Massa Gelar Unjuk Rasa Dukung Pemerintahan Prabowo di Silang Monas
MNC Peduli dan MNC Tourism...
MNC Peduli dan MNC Tourism Gelar Edukasi Gizi dan Demo Masak di Kampung Cibilik Sukabumi
Data NIK Jadi Penentu,...
Data NIK Jadi Penentu, Warga Diimbau Cek Syarat Pembebasan PBB-P2
5 Titik Aksi Demo di...
5 Titik Aksi Demo di Jakarta Hari Ini, 4.263 Personel Gabungan Dikerahkan
Kejati Banten Usut Dugaan...
Kejati Banten Usut Dugaan Korupsi 3 Yayasan, Warek II UIN Jakarta Beberkan Bukti Penting
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved